Depresiasi dolar Taiwan akibatkan lonjakan biaya impor yang ditanggung pengusaha
Konsumen yang hendak menikmati daging sapi Wagyu tanpa harus menuju Jepang atau Amerika memilih membeli produk terkait di Taiwan. Namun, depresiasi mata uang Taiwan dalam beberapa bulan terakhir turut menyebabkan biaya impor produk daging melonjak tajam.
==Hsieh De-li // CEO importir produk daging==
Akibat fluktuasi valas belakangan ini
Harga daging dan bahan kemasan impor yang dihitung berdasarkan dolar AS
Mengalami peningkatan sebesar 7%-8%
Tren AI dorong popularitas komponen eletronik, harga produk komputer meroket
Tekanan kenaikan harga bukan cuma terlihat pada barang kebutuhan sehari-hari. Tren industri kecerdasan buatan (AI) juga turut mendorong kenaikan biaya komponen elektronik yang akhirnya berimbas pada harga jual produk komputer. Harga barang di Taiwan juga terus melonjak. Data Ditjen Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) menunjukkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Oktober naik 2,33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, melampaui 2% selama enam bulan berturut-turut. Di antaranya, harga pisang dan bensin tanpa timbal 95 naik di atas 15%, lonjakan harga tiket pesawat dan telur juga melampaui 10%.
IHK Oktober naik 2% y-o-y, DGBAS: Taiwan tidak mengalami inflasi akibat impor
DGBAS menyatakan, Taiwan tidak mengalami inflasi impor karena harga barang cuma naik sedikit, namun fluktuasi IHK bulan November diperkirakan tetap melampaui 2%, bahkan lebih tinggi dibandingkan Oktober. Pakar menilai, depresiasi dolar Taiwan menyebabkan tekanan inflasi impor di Taiwan semakin kuat. Warga pun bertanya, kapan kondisi depresiasi dolar Taiwan ini baru akan berakhir?
==Luo Wei // Ketua ekonom Fubon Financial==
Selama penilaian terkait valuasi
Masih belum stabil sama sekali
Mungkin masih akan terus timbul
Kondisi jenuh jual dalam bursa saham
Pakar imbau agar CBC evaluasi secara cermat+sesuaikan kebijakan secara gradual
Menanggapi volatilitas pasar finansial global dan depresiasi mata uang Taiwan, pakar menilai, Bank Sentral (CBC) harus terus mencermati kondisi ekonomi domestik maupun global. CBC diprediksi akan mengambil langkah progresif bila harus menyesuaikan kebijakan moneter di masa mendatang.
