Target 10 juta wisman yang ditetapkan pemerintah Taiwan sulit tercapai
Jalan pelangi di Ximending jadi hotspot para pelancong untuk berfoto
Wisman mengantre untuk berfoto di atas jalan pelangi. Banyak turis yang pertama kali mengunjungi Taiwan menyempatkan diri untuk singgah di kawasan perbelanjaan Ximending, Taipei sebagai salah satu agenda perjalanan mereka.
==Wisatawan Korea==
Cumi-cumi jumbo sangat enak
Kurang uniknya objek wisata di Taiwan mengurangi daya tarik terhadap wisman
Banyak wisatawan terkesan oleh kuliner Taiwan, namun, pengunjung yang datang untuk kedua kalinya mengaku bahwa objek wisata setempat tampak mirip satu sama lain.
==Turis Hong Kong==
(Objek wisata Taiwan) kesannya kurang lebih sama dalam belasan tahun terakhir
Di sini tampaknya tidak banyak berubah
Tempat yang dikunjungi maupun makanan yang dicicipi kurang lebih sama
Selisih angka turis yang keluar masuk Taiwan kian melebar, target sulit tercapai
Statistik Administrasi Pariwisata menunjukkan, jumlah wisman di Taiwan dari Januari hingga September tahun ini mencapai 6 jutaan orang. Pakar terus terang mengakui bahwa target 10 juta wisman untuk tahun ini tampaknya sulit tercapai. Data juga menunjukkan defisit pariwisata kian melebar dalam 10 tahun terakhir. Tahun lalu, selisih antara turis yang pergi ke luar negeri dan yang tiba di Taiwan mencapai 10,37 juta, mengalami kenaikan dibandingkan selisih tahun sebelumnya sebesar 8,99 juta orang. Asosiasi Pengunjung Taiwan (TVA) juga mengamati, kendati sangat antusias untuk berwisata, warga Taiwan kini semakin memprioritaskan destinasi yang menawarkan nilai sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
==Chien Yu-yen // Ketua Asosiasi Pengunjung Taiwan==
Kami menemukan sebuah tren di mana warga Taiwan yang usianya semakin muda
Lebih berpeluang memilih perjalanan berharga tinggi yang menawarkan keunikan
Sebagai bagian dari destinasi yang wajib dikunjungi sekali seumur hidup
Tarif akomodasi tinggi+kurangnya keunikan objek wisata jadi plak industri pariwisata
Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pariwisata domestik di Taiwan sering menuai kritik karena tingginya biaya akomodasi dan kurangnya keunikan pada berbagai objek wisata. Pakar menunjukkan, pasar pariwisata domestik merupakan fondasi pasar wisatawan mancanegara. Suatu destinasi wisata harus bisa memikat warga lokal terlebih dahulu baru mampu menarik minat para wisman. Selain itu, penyelenggaraan acara berskala besar dan konser yang dapat mendatangkan nilai ekonomi juga terbukti efektif dalam menarik pengunjung dewasa ini. Pemerintah seharusnya berupaya untuk terus mendorong tren ini sebagai "alasan untuk berkunjung".
