Krisis sopir, operator bus Kuo-Kuang didenda NT$450.000 karena batalkan jadwal
MOTC rencana rekrut mahasiswa asing guna mengatasi krisis sopir
Krisis pengemudi terus memukul sektor transportasi. Akibat kekurangan sopir, bus Kuo-Kuang memangkas jadwal rute Taipei-Yilan secara besar-besaran pada September dan Oktober hingga didenda NT$450.000. Guna mengatasi masalah ini, Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) berencana mengajukan izin kepada Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) agar mahasiswa asing keturunan Tionghua dapat dipekerjakan sebagai sopir bus, angkutan barang maupun asisten pengemudi.
Sopir mahasiswa asing wajib lulus kuliah, pengusaha siap rekrut
Sesuai rencana MOTC, mahasiswa asing yang ingin menjadi sopir bus wajib lulus perguruan tinggi Taiwan, minimal bergelar associate degree. Menyambut kebijakan ini, sejumlah pengusaha bus mulai menjajaki kerja sama dengan pihak kampus untuk merekrut tenaga kerja.
==Lee Chien-wen // Direktur Eksekutif Taipei City Bus Management Committee ==
Kami akan mengatur dengan baik
Akomodasi bagi mahasiswa asing keturunan Tionghua
Saat mereka masih menempuh pendidikan
Kami juga dapat menjalin kerja sama pendidikan dengan pihak kampus
==Wang Ying-jie // Ketua Kehormatan The Guild of Highway and City Bus Companies in Taiwan, R.O.C.==
Siswa asing keturunan Tionghua baru bisa bekerja setelah lulus kuliah di Taiwan
Cara ini tidak dapat menyelesaikan masalah mendesak dalam waktu dekat
MOTC telah mengalokasikan anggaran puluhan juta dolar untuk merekrut
Tetapi tetap saja tidak ada tenaga kerjanya
Rata-rata usia sopir bus lampaui 50 tahun, gaji tinggi tetap kekurangan tenaga kerja
Pelaku usaha bus pariwisata mengeluhkan rata-rata usia sopir yang kini melebihi 50 tahun. Meski menawarkan gaji tinggi, mereka tetap kesulitan merekrut tenaga kerja baru. Walau menyambut baik program perekrutan mahasiswa asing, pengusaha sangsi kebijakan tersebut bisa mengatasi masalah dengan cepat. Asosiasi pun menyarankan agar usia pensiun sopir senior diperpanjang hingga 68 tahun, serta mengoptimalkan pelatihan silang antar pengemudi angkutan barang dan penumpang agar dapat saling mendukung untuk membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja.
