Krisis sopir, operator bus Kuo-Kuang didenda NT$450.000 karena batalkan jadwal

發布時間: 更新時間:
Pemirsa, kini Anda tengah menyaksikan Warta Berita PTS tanggal 2 November. Perusahaan bus Kuo-Kuang baru-baru ini mengalami gangguan pada jadwal pengoperasian akibat krisis sopir, sehingga perusahaan didenda NT$450.000. Guna mengatasi kendala ini, Kementerian Transportasi dan Komunikasi akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan agar membuka lowongan bagi siswa asing keturunan Tionghoa untuk menjabat sebagai sopir atau asisten bus penumpang dan kargo.

MOTC rencana rekrut mahasiswa asing guna mengatasi krisis sopir

Krisis pengemudi terus memukul sektor transportasi. Akibat kekurangan sopir, bus Kuo-Kuang memangkas jadwal rute Taipei-Yilan secara besar-besaran pada September dan Oktober hingga didenda NT$450.000. Guna mengatasi masalah ini, Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) berencana mengajukan izin kepada Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) agar mahasiswa asing keturunan Tionghua dapat dipekerjakan sebagai sopir bus, angkutan barang maupun asisten pengemudi.

Sopir mahasiswa asing wajib lulus kuliah, pengusaha siap rekrut

Sesuai rencana MOTC, mahasiswa asing yang ingin menjadi sopir bus wajib lulus perguruan tinggi Taiwan, minimal bergelar associate degree. Menyambut kebijakan ini, sejumlah pengusaha bus mulai menjajaki kerja sama dengan pihak kampus untuk merekrut tenaga kerja.

==Lee Chien-wen // Direktur Eksekutif Taipei City Bus Management Committee ==
Kami akan mengatur dengan baik
Akomodasi bagi mahasiswa asing keturunan Tionghua
Saat mereka masih menempuh pendidikan
Kami juga dapat menjalin kerja sama pendidikan dengan pihak kampus

==Wang Ying-jie // Ketua Kehormatan The Guild of Highway and City Bus Companies in Taiwan, R.O.C.==
Siswa asing keturunan Tionghua baru bisa bekerja setelah lulus kuliah di Taiwan
Cara ini tidak dapat menyelesaikan masalah mendesak dalam waktu dekat
MOTC telah mengalokasikan anggaran puluhan juta dolar untuk merekrut
Tetapi tetap saja tidak ada tenaga kerjanya

Rata-rata usia sopir bus lampaui 50 tahun, gaji tinggi tetap kekurangan tenaga kerja

Pelaku usaha bus pariwisata mengeluhkan rata-rata usia sopir yang kini melebihi 50 tahun. Meski menawarkan gaji tinggi, mereka tetap kesulitan merekrut tenaga kerja baru. Walau menyambut baik program perekrutan mahasiswa asing, pengusaha sangsi kebijakan tersebut bisa mengatasi masalah dengan cepat. Asosiasi pun menyarankan agar usia pensiun sopir senior diperpanjang hingga 68 tahun, serta mengoptimalkan pelatihan silang antar pengemudi angkutan barang dan penumpang agar dapat saling mendukung untuk membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja.
 

本網站使用 Cookie 技術提升體驗,詳見服務條款。繼續瀏覽即代表同意上述規範。