Isu PMA hamil setiba di Taiwan disorot publik, MOL dituntut beri perhatian khusus

發布時間: 更新時間:
Kontroversi pengasuh migran yang hamil usai tiba di Taiwan memicu perdebatan publik. Hari ini, kelompok pemberi kerja menggelar aksi di Kementerian Ketenagakerjaan untuk menuntut debat kebijakan. Di sisi lain, kelompok pekerja migran berunjuk rasa di Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan. Mereka menilai keterbatasan kapasitas layanan perawatan jangka panjang turut membebani pekerja migran, sehingga mendesak pemerintah melakukan perbaikan.

Tak puas dengan kebijakan PMA saat ini, ormas majikan adakan unjuk rasa di MOL

Sambil meneriakkan slogan, demonstran menuntut Menteri Ketenagakerjaan, Hung Sun-han untuk memerhatikan hak dan kepentinggan keluarga majikan. Isu ini mencuat setelah adanya laporan dari sejumlah majikan yang bergantung pada layanan perawatan jangka panjang (PJP) bahwa PMA hamil tak lama setiba di Taiwan. Survei yang digalang serikat majikan menunjukkan, sebanyak 90% masyarakat merasa tidak puas dengan kebijakan PMA saat ini, ormas pun menuju Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) tanggal 27 untuk menggelar aksi protes.

==Chang Heng-yan // Ketua Asosiasi Internasional Majikan dan Keluarga Penyandang Disabilitas (IAFED)==
Kami berharap agar bapak menteri mendengar suara kami
Dan bukan sebaliknya selalu memicu konfrontasi
Antara majikan yang menggunakan jasa perawat
Dan serikat PMA atau pada semua orang
Taiwan tidak bisa menerima pertikaian semacam ini lagi

IAFED: Bentuk mekanisme tenaga perawat cadangan+luncurkan debat kebijakan

Ormas majikan mengundang menteri untuk berdebat secara terbuka mengenai isu kebijakan. Penyandang disabilitas juga berbagi pengalaman pribadi mereka dan menyerukan agar layanan perawatan tidak terputus. Pemerintah seharusnya membentuk mekanisme tenaga perawat cadangan darurat untuk menggantikan posisi PMA hamil atau kaburan.

==Bapak Liu // Majikan==
Kami selaku keluarga penyandang disabilitas membutuhkan pemerintah
Keluarga kami adalah tanggung jawab kami
Keluarga penyandang disabilitas adalah tanggung jawab MOL

Serikat PMA kecam SDM tidak memadai, PMA jadi bahan pelampiasan frustrasi

Sementara itu, serikat pekerja migran yang menggelar aksi protes di Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) mengecam tidak memadainya sumber daya PJP saat ini menyebabkan pihak majikan yang mempekerjakan PMA tidak bisa menikmati layanan berkapasitas serupa tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan, yang akhirnya mengakibatkan majikan melampiaskan frustrasi mereka kepada PMA.

==Weng Qian-wen // Staf Migrant Empowerment Network in Taiwan (MENT)==
Kami berharap agar MOHW menjadi instansi yang bertanggung jawab
Mohon kaji kebutuhan tenaga perawat
Untuk berbagai tingkat dan jenis penyandang disabilitas

Kapasitas layanan PJP tak cukupi, pemerintah diminta benahi langkah pendukung

Serikat PMA menilai, majikan tidak dapat membatasi hak PMA. Mengingat kapasitas layanan PJP yang tidak memadai, pemerintah seharusnya berfokus pada perbaikan langkah pendukung SDM terkait.
 

本網站使用 Cookie 技術提升體驗,詳見服務條款。繼續瀏覽即代表同意上述規範。