Dokter imbau Paolyta-B+Whisbih dikategorikan minuman yang mengandung alkohol
Diminum dalam jangka panjang, alkohol dalam Paolyta-B+Whisbih bahayakan tubuh
Banyak pekerja lapangan terutama pada sektor konstruksi mengonsumsi minuman seperti "Paolyta-B" dan "Whisbih" untuk meningkatkan stamina saat bekerja. Namun, kalangan medis baru-baru ini memperingatkan, walau mengandung alkohol hingga 10%, produk ini tetap dijual sebagai obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter (obat BTC). Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat menimbulkan risiko kesehatan dan membahayakan keselamatan kerja.
==Pekerja==
Mudah sekali dibeli, di kios-kios pinang juga dijual
(Minum atau tidak) tergantung kebiasaan masing-masing
Kami sendiri sudah tidak minum lagi
Produk masih berstatus obat BTC yang tak dikenakan pajak rokok+alkohol
Saat ini, produk seperti "Paolyta-B" dan "Whisbih" diklasifikasikan sebagai "obat BTC", sehingga harganya murah karena dibebaskan dari pajak tembakau dan alkohol. Dokter memperingatkan, jika mengonsumsi produk ini sebagai "suplemen nutrisi" dalam jangka panjang dan dalam jumlah berlebihan, konsumen berisiko terekspos kanker mulut, kanker kerongkongan, dan sirosis liver. Selain itu, kandungan alkohol pada produk dapat mengganggu konsentrasi bila dikonsumsi saat bekerja, sehingga menimbulkan kecemasan terkait isu keselamatan kerja. Pemerintah disarankan untuk mencabut izin farmasi dan mengklasifikasikan kembali produk sebagai minuman beralkohol biasa yang dikenai pajak tinggi agar tidak disalahgunakan.
==Chiang Kuan-yu // Dokter Spesialis Perawatan Medis Terpadu, Taipei City Hospital==
Pada kenyataan, dampak buruk yang ditimbulkannya
Sama dengan alkohol pada umumnya
(Seperti) sirosis liver, hepatitis alkoholik
Sama seperti yang disebabkan mengonsumsi alkohol biasa
Tetap saja menambah beban pada
Sindrom metabolik kita
Produk masih dijual secara ilegal di toko kelontong, MOHW perketat inspeksi
Berdasarkan peraturan UU Urusan Farmasi yang berlaku saat ini, obat BTC hanya boleh dijual di apotek atau oleh toko obat resmi dan harus dikelola oleh staf farmasi yang berkualifikasi. Namun, penjualan ilegal di kios pinang dan toko kelontong masih saja terjadi. Selian menginstruksikan departemen kesehatan setempat untuk meningkatkan pengawasan, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) juga berencana memperkuat kampanye kesadaran masyarakat guna mencegah konsumen menyamakan produk tersebut sebagai minuman energi biasa.
