AS dikabarkan bentuk strategi Hellscape, drone dikerahkan guna beri bantuan militer
Bak kacamata tembus pandang, prajurit kendalikan tank dengan alat peraga HMD
Staf memakai alat peraga HMD (Head-mounted display) untuk mensimulasikan pengalaman duduk di dalam kendaraan lapis baja dengan lanskap luas di sekelilingnya, lalu beralih ke fungsi kontrol tembak yang sekaligus bisa mengendalikan kubah artileri tank.
==He Sheng-han // Teknisi NCSIST==
Aktifkan sistem pada kamera lanskap
Untuk segera mendeteksi target yang mencurigakan
Kemudian segera beralih ke fungsi kontrol tembak
Untuk melakukan pengintaian dan pembidikan secara instan
Serta meluncurkan serangan
NCSIST terapkan sistem alat peraga HMD pada tank guna tingkatkan daya tempur
NCSIST (National Chung-Shan Institute of Science and Technology) pertama kalinya menerapkan “sistem alat peraga HMD” pada kendaraan lapis baja guna meningkatkan responsivitas di medan tempur. NCSIST juga menampilkan platform prediksi hilangnya kesadaran akibat gaya G-Force yang dirancang untuk memberikan peringatan dini kepada kadet pilot selama latihan.
Taiwan-AS terapkan strategi tempur Hellscape untuk menangkis serangan Tiongkok
Drone juga tak kalah pentingnya dalam hal daya tempur udara. Media “The Economist” melaporkan, tentara Taiwan-AS diam-diam mendorong konsep strategi “Hellscape”. Jika terjadi perang, sejumlah drone akan dikerahkan untuk memblokade Selat Taiwan guna menangkis serangan Tiongkok sambil menunggu bala bantuan dari AS.
Berdalih lakukan patroli kesiagaan tempur, Tiongkok usik zona udara+laut Taiwan
Saat Taiwan-AS memperkuat kerja sama drone, tentara nasional berhasil melakukan uji tembak rudal Land Sword II di Pangkalan Jiupeng tanggal 17. Di hari yang sama, Tiongkok mengerahkan 19 jet tempur, 15 di antaranya menerobos garis tengah Selat Taiwan. Tiongkok berdalih melakukan “patroli kesiagaan tempur gabungan”, namun sebenarnya malah mengusik zona udara dan maritim di sekitar Taiwan. Tentara nasional terus melakukan pemantauan seksama.
