Akui dirinya titisan Buddha, wanita Vietnam bujuk umat bawa anak ke Taiwan
Kediaman digeledah satgas imigrasi, pasangan tersangka tolak bekerja sama
Satgas Ditjen Imigrasi dan polisi mendatangi kediaman tersangka utama bermarga Nguyen di Miaoli. Namun, saat diperiksa, ia dan suaminya enggan bekerja sama dengan petugas.
==Petugas Satgas Khusus Ditjen Imigrasi (NIA)==
Begitu banyak warga Vietnam yang tinggal di sini
Dan bekerja untuk kamu, tetapi tidak diberi upah
Bahkan ada anak-anak yang bantu bekerja
Terus terang saja, ini adalah kejahatan berat
Ayah korban lapor dari luar negeri, polisi gerebek lokasi dan selamatkan 4 anak
Penyelidikan NIA mengungkapkan tersangka bermarga Nguyen asal Vietnam yang yang menikah di Taiwan 20 tahun silam dari awal sudah masuk daftar larangan berkunjung oleh pemerintah Vietnam, namun ia menggunakan status domisili di Taiwan untuk merekayasa foto dan mengaku sebagai reinkarnasi Buddha. Modus ini digunakan untuk membujuk penganut membawa anak di bawah umur ke Taiwan untuk kultivasi diri. Setiba di Taiwan, paspor korban disita dan mereka dipekerjakan di lahan pertanian dan restoran, bahkan anak usia 8 hingga 14 tahun. Kasus terungkap setelah beberapa ayah korban di Vietnam melapor pada Februari. Lewat aksi penyergapan di Miaoli dan New Taipei pada Mei, polisi berhasil menyelamatkan empat bocah Vietnam yang menjadi korban eksploitasi.
==Hsu Chun-hsiang // Wakil Kepala Satgas Khusus Ditjen Imigrasi Kota Taichung==
Dia (tersangka utama bermarga Nguyen) memprovokasi umat
Untuk membawa anak-anak mereka ke sini untuk melatih diri
Terkait keterlibatan isu eksploitasi tenaga kerja
(Tersangka) sudah mengaku bersalah di pengadilan
Dan juga mengaku tidak memiliki kekuatan supernatural seperti yang dikatakannya
Empat anak pulang ke Vietnam, tersangka utama dan 7 oknum lainnya didakwa
Anak-anak korban eksploitasi kini kembali berkumpul bersama keluarganya di Vietnam. Sebanyak delapan orang yang terlibat kasus, termasuk tersangka utama bermarga Nguyen, kini telah didakwa oleh Kejaksaan Distrik Changhua atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Pencegahan Perdagangan Manusia. Ormas pun menyoroti kasus kerja paksa yang sering menimpa WNA dan PMA, bahkan anak di bawah umur juga turut menjadi korban.
==Wang Ying-dah // Kabag. Kebijakan Pekerja Migran, Serve the People Association==
(Mereka) mungkin masuk ke Taiwan sebagai pekerja kerah putih
Bahkan ada yang masuk sebagai wisatawan
Namun, mereka kemudian terjebak dalam perangkap oknum
Sebagian sudah menyetor biaya tinggi kepada agen saat masih di luar negeri
Cegah TPPO, ormas pekerja migran desak tingkatkan edukasi dan pelaporan
Ormas pekerja migran mendesak pemerintah meningkatkan edukasi terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Masyarakat juga diimbau lebih waspada dan segera melapor jika menemukan dugaan eksploitasi tenaga kerja guna mencegah kejahatan serupa.
