Gunung Anak Krakatau erupsi, 8 bandara Indonesia ditutup
Lahar menyembur dari puncak gunung berapi. Menyusul erupsi tanggal 4 larut malam, Gunung Anak Krakatau kembali meletus tanggal 5 dini hari, melontarkan abu vulkanik setinggi 15.000 meter ke angkasa. Erupsi dua kali berturut-turut tanggal 6 subuh membuat kawasan setempat diselimuti abu vulkanik tebal yang sempat terdeteksi hingga Bandara Soekarno-Hatta, memaksa ditutupnya delapan bandara setempat. Penumpang yang baru mengetahui penerbangannya dibatalkan setiba di bandara mengeluhkan tidak adanya pemberitahuan awal dari pihak maskapai.
Terimbas abu vulkanik, sekolah libur 3 hari dan beralih ke pembelajaran jarak jauh
Dampak abu vulkanik juga terasa di wilayah sekitarnya. Warga Lampung mulai mengenakan masker. Kendaraan yang diparkir di tepi jalan diselimuti abu yang bertebaran. Pemilik toko bergegas mengelap meja dan kursi. Sekolah juga diliburkan tiga hari dan beralih ke proses pembelajaran jarak jauh.
Kabut asap akibat kebakaran hutan picu kecaman dari sejumlah negara tetangga
Selain abu vulkanik, kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan yang dipicu oleh menguatnya fenomena El Niño menyebabkan kualitas udara di Indonesia memburuk. Asap pekat yang menyelimuti kawasan setempat turut berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah negara tetangga, mencakup Malaysia, Singapura dan Filipina, yang telah melayangkan protes.
Kebakaran lahan gambut tropis laksana ledakan "bom karbon" di Asia Tenggara
Isu kebakaran hutan di Kalimantan menuai sorotan karena area yang terdampak mencakup lahan gambut tropis terbesar di dunia. Media BBC mengilustrasikan asap kebakaran hutan tersebut laksana "bom karbon" yang berdampak pada ribuan insan di seluruh Asia Tenggara dan menyebabkan iritasi pada mata, dada dan tenggorokan.
