Gunung Anak Krakatau erupsi, 8 bandara Indonesia ditutup

發布時間: 更新時間:
Gunung Anak Krakatau di Indonesia erupsi besar selama beberapa hari berturut-turut, memicu penutupan darurat delapan bandara. Hingga malam 7 September, hampir 3.000 penerbangan dibatalkan dan lebih dari 340.000 penumpang terlantar. Pada saat yang bersamaan, kebakaran hutan yang terus terjadi di Sumatra dan Kalimantan memicu kabut asap parah hingga mencemari udara sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara.

Lahar menyembur dari puncak gunung berapi. Menyusul erupsi tanggal 4 larut malam, Gunung Anak Krakatau kembali meletus tanggal 5 dini hari, melontarkan abu vulkanik setinggi 15.000 meter ke angkasa. Erupsi dua kali berturut-turut tanggal 6 subuh membuat kawasan setempat diselimuti abu vulkanik tebal yang sempat terdeteksi hingga Bandara Soekarno-Hatta, memaksa ditutupnya delapan bandara setempat. Penumpang yang baru mengetahui penerbangannya dibatalkan setiba di bandara mengeluhkan tidak adanya pemberitahuan awal dari pihak maskapai.

Terimbas abu vulkanik, sekolah libur 3 hari dan beralih ke pembelajaran jarak jauh

Dampak abu vulkanik juga terasa di wilayah sekitarnya. Warga Lampung mulai mengenakan masker. Kendaraan yang diparkir di tepi jalan diselimuti abu yang bertebaran. Pemilik toko bergegas mengelap meja dan kursi. Sekolah juga diliburkan tiga hari dan beralih ke proses pembelajaran jarak jauh.

Kabut asap akibat kebakaran hutan picu kecaman dari sejumlah negara tetangga

Selain abu vulkanik, kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan yang dipicu oleh menguatnya fenomena El Niño menyebabkan kualitas udara di Indonesia memburuk. Asap pekat yang menyelimuti kawasan setempat turut berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah negara tetangga, mencakup Malaysia, Singapura dan Filipina, yang telah melayangkan protes.

Kebakaran lahan gambut tropis laksana ledakan "bom karbon" di Asia Tenggara

Isu kebakaran hutan di Kalimantan menuai sorotan karena area yang terdampak mencakup lahan gambut tropis terbesar di dunia. Media BBC mengilustrasikan asap kebakaran hutan tersebut laksana "bom karbon" yang berdampak pada ribuan insan di seluruh Asia Tenggara dan menyebabkan iritasi pada mata, dada dan tenggorokan.
 

本網站使用 Cookie 技術提升體驗,詳見服務條款。繼續瀏覽即代表同意上述規範。