Tiongkok klaim adakan latihan dengan AL Indonesia, Taiwan nyatakan kecaman
MAC kritik aksi provokatif Tiongkok, MOFA: Klaim sepihak dari otoritas Beijing
Latihan militer Han Kuang memasuki tahap akhir. Hal ini pun dimanipulasi Tiongkok sebagai peluang untuk meningkatkan ketegangan regional dengan mengumumkan secara sepihak terkait dril dalam aspek komunikasi dan suplai perbekalan di atas laut dengan Angkatan Laut Republik Indonesia di perairan lepas pantai timur Taiwan pada pertengahan Agustus. Dewan Urusan Daratan (MAC) mengecam keras tindakan provokatif ini sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara. Sementara, Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyatakan telah berkomunikasi dengan pihak terkait di Indonesia untuk memverifikasi hal tersebut. Saat ini telah dikonfirmasi, di sekitar gugusan Rantai Pulau Pertama (First Island Chain), hanya otoritas Beijing yang bisa melakukan tindakan sepihak tak bertanggung jawab semacam itu, yang berpotensi memicu ancaman terhadap keamanan regional.
==Wu Tian-ren (Asisten Kepala Divisi Intelijen, MND) vs. Wang Ting-yu (Legislator Partai DPP)==
(Pemerintah) Indonesia tidak mengeluarkan pengumuman resmi (tidak diumumkan)
(Jadi, kontak dengan kapal militer Honghe, sejauh ini)
(Merupakan pengumuman sepihak dari Tiongkok, yang seolah-olah menunjukkan)
(Mereka berdua secara khusus mengadakan latihan milter di sana) Benar
MND pantau latihan militer di perairan timur agar tak timbulkan dampak langsung
Kementerian Pertahanan Nasional (MND) menilai, latihan bahari antara Tiongkok dan Indonesia tidak berdampak langsung terhadap Taiwan dalam segi militer. Pakar menganalisis, aksi ini merupakan respons Tiongkok terhadap negosiasi batas zona maritim antara Jepang dan Filipina, di saat yang sama, juga menunjukkan kepada komunitas internasional bahwa mereka memiliki kebebasan navigasi di perairan timur Taiwan, bahkan di seluruh wilayah barat Samudra Pasifik, menyiratkan isyarat provokatif terhadap Amerika Serikat.
Taiwan beli artileri dari perusahaan AS dan tandatangani MoU dengan NCSIST
Selain membeli artileri militer berupa drone ALTIUS-600M dari perusahaan teknologi militer Anduril yang berbasis di AS, pihak militer Taiwan juga menandatangani MoU dengan National Chung-Shan Institute of Science and Technology (NCSIST). Saat diwawancara media asing, perintis Perusahaan Anduril, Palmer Luckey mengungkapkan upaya memasok rudal dan amunisi udara yang umumnya dikenal sebagai “drone bunuh diri/kamikaze” serta sistem pertahanan udara kepada Taiwan guna mencegah potensi invasi Tiongkok.
==Palmer Luckey // Perintis Perusahaan Anduril==
Kami tengah menyediakan berbagai macam peralatan (militer)
Mencakup rudal, drone nirawak kamikaze
Dan sejumlah persenjataan lainnya
Komentari isu Taiwan, perintis Anduril berharap dapat cegat invasi Tiongkok
Menanggapi ancaman Tiongkok terhadap stabilitas regional dan keamanan Taiwan, Luckey berharap dapat berkontribusi dalam upaya mencegah perang, seraya menegaskan, negara barat harus meningkatkan konsekuensi bila Tiongkok menginvasi Taiwan, agar mereka berpikir dua kali sebelum menjadikan Taiwan sebagai sasaran empuknya.
