Mi ditemukan mengandung pangawet, dikhawatirkan sudah dimakan banyak warga
Pengawet melebihi batas ditemukan pada mi produsen terkemuka Kaohsiung
Petugas Departemen Kesehatan (DOH) mendatangi lokasi untuk melakukan inspeksi dan memastikan proses pembuatan mi. Mi produsen di Pasar Shiquan, Kota Kaohsiung ini ditemukan mengandung bahan pengawet melebihi batas sebanyak 3,26 gram per kilogram. Produsen terkemuka pemasok sekitar 20% kebutuhan mi di Kota Kaohsiung ini sebelumnya sudah pernah melanggar peraturan. Tahun 2016, asam benzoat sebanyak 2,55 gram per kilogram ditemukan pada mi yang diproduksinya.
Laporan lama masih dipasang di situs web, diduga menyesatkan konsumen
Menurut Asosiasi Perlindingan Konsumen di Taiwan (CPAT), situs web produsen tersebut hingga kini masih menampilkan laporan hasil uji memenuhi standar dari DOH bertanggal 10 tahun lalu, diduga sebagai upaya menyesatkan konsumen yang banyak darinya mungkin telah mengonsumsi mi bermasalah tersebut.
==Lee Chi-hung // Wakil Presiden Asosiasi Perlindungan Konsumen di Taiwan (CPAT)==
Jumlahnya sangat besar
Artinya, satu dari setiap lima warga Kota Kaohsiung
Pernah mengonsumsi mi (produsen itu)
Volumenya sangatlah besar
Mengonsumsi asam bonzoat berlebihan menyebabkan pusing, mual, merusak hati
Dari 25 produsen mi di Taiwan selatan yang diinspeksi, CPAT menemukan total tiga toko yang produknya mengandung bahan pengawet asam benzoat dalam jumlah berlebihan. Dua toko lainnya berada di Pasar Timur di Pingtung dan Pasar Bingzai di Distrik Fengshan, Kaohsiung. Asam benzoat merupakan bahan tambahan pangan yang menurut peraturan pemerintah tidak boleh terdeteksi. Mengonsumsi asam benzoat dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan pusing, mual, muntah, serta berpotensi merusak fungsi hati dan ginjal.
==Liu Li-fen//Wakil Profesor Fakultas Kedokteran, I-Shou University==
Ambil contoh seorang anak (dengan berat badan) 20 kg
Ia bisa menghabiskan satu mangkuk mi
(Asupan asam benzoatnya) sebenarnya lebih dari 6 kali lipat batasnya
CPAT: Pilih penjual terpercaya dan perhatikan lingkungan saat beli makanan
CPAT mengimbau warga untuk lebih berhati-hati saat membeli makanan, memilih penjual yang terpercaya, dan memerhatikan lingkungan penyimpanannya. Selain pengawasan ketat dari pemerintah, faktor terpenting dalam menjaga keamanan pangan tetap bergantung pada integritas dan tanggung jawab para pelaku usaha.
