14 juta pesan privasi akun di Facebook terkuak
發布時間:
更新時間:
14 juta pesan privasi akun di Facebook terkuak
MedSos terbesar Facebook tanggal 7 Juni mengakui adanya kebocoran sistem keamanan data dari tanggal 18 hingga 27 Mei lalu, menyebabkan 14 juta akun yang semula mengunggah status bersifat informasi privasi berubah menjadi publik. Selain permintaan maaf secara terbuka, Kepala Bidang Privasi Facebook, Erin Egan, menjelaskan jika sistem telah diperbaiki tanggal 22 Mei. Perbaikan tersebut tidak dapat mengubah penerima pesan, sehingga pemilik akun diminta dapat mengecek kembali sistem pengaturan untuk pesan yang diunggah pada waktu yang disebutkan. Pengacara hak privasi individual berpendapat bahwa Facebook memiliki data perorangan yang sangat banyak, masih tidak menyadari jika data individual telah dicolong dan dijual ke pihak luar.
Pengacara hak privasi individual mengatakan, "Yang kini dapat dipastikan kepada pengguna Facebook, teman yang mereka miliki jauh lebih banyak dibanding yang diketahui, lantas apakah data dan catatan sejarah diri sendiri, bisa diberikan kepada orang Tionghwa, orang Rusia, atau diketahui oleh orang lain?”
Belakangan ini Facebook kerap didera rumor, termasuk kebocoran 87 juta data akun pribadi yang digunakan oleh perusahaan analisis Cambridge Analytica, di mana diisukan melakukan intervensi pemilu presiden Amerika 2016 dan referendum Inggris keluar dari Uni Eropa. Bahkan CEO Facebook, Mark Zuckerberg pada bulan April juga diinterpelasi oleh parlemen Amerika.
Rumor terakhir adalah Facebook bahkan disebut berbagi data akun dengan perusahaan Huawei di Tiongkok. Tanggal 5 Juni Facebook mengakui 10 tahun silam sempat menandatangani kesepakatan berbagi informasi data dengan 60 perusahaan manufaktur ponsel pintar, yang dimaksudkan untuk memudahkan Facebook masuk ke dalam pasar HP, dan Huawei juga termasuk di dalamnya. Pihak kemiliteran Amerika melarang penggunaan ponsel Huawei, karena diduga memiliki sistem spionase di dalam HP.
Editor: Tony Thamsir

