Operasional CUOC berhenti, pasokan minyak goreng kurang 8.300 ton
Penghentian operasional CUOC picu krisis minyak goreng di pasar
Pada Sabtu sore, para pedagang bahan pangan terlihat sibuk menghitung stok barang di toko. Meski seluruh rak toko tampak terisi penuh, pasokan minyak goreng kedelai kemasan jeriken justru kosong. Jika sebelumnya pedagang sekali pesan 10 jeriken, kini makin sulit didapatkan.
==Pedagang bahan pangan (suara disamarkan)==
Kalau ada pedagang yang datang ke toko kami
Kami selalu bilang lagi kosong karena kami sendiri juga tidak dapat pasokan
Harga pembelian bahan mentah melonjak, pengusaha kewalahan
Dalam tiga bulan terakhir, harga beli pedagang melonjak tiga puluh persen, memperparah beban pengusaha kecil. Kapan penjualan dapat kembali normal pun masih belum diketahui.
==Pedagang bola ubi jalar==
Seingat saya dulu harga paling murah
Hanya sekitar NT$500 satu jeriken, sekarang sudah mencapai NT$1.000 lebih
CUOC yang dihentikan operasionalnya kuasai 33% pangsa pasar minyak goreng
Lonjakan biaya membuat para pelaku usaha kian kewalahan. Krisis ini dipicu oleh penghentian operasional perusahaan minyak Central Union (CUOC) usai terjerat kasus kandungan bahan berbahaya benzopiren. Pabrik tersebut menyumbang sepertiga pasokan minyak nasional, atau sekitar 8.300 ton dari kebutuhan 25.100 ton per bulan. Kendati pemerintah telah memperluas impor dan mendesak Perusahaan TaiSugar intuk menggenjot produksi, namun kembali menghadapi rintangan.
==Yen Chen-wei // Wakil Direktur Eksekutif Divisi Gula Perusahaan TaiSugar==
Pemerintah Kota Kaohsiung meminta perusahaan pemasok minyak mentah
Untuk melampirkan sumber asal kedelai secara jelas
Jadwal kedatangan kapal dan tingkat kerusakan akibat pemanasan
Hal ini membutuhkan waktu persiapan
(Pelelangan ulang) tahap kedua dijadwalkan pada November
Aturan baru berlaku, TaiSugar: Pemasok masih siapkan dokumen
TaiSugar menyatakan pasokan tambahan tujuh hingga delapan ratus ton minyak baru bisa meluncur ke pasar jika dokumen pemasok lengkap dan lelang ulang berhasil.
Ongkos makan di luar terimbas inflasi, pakar desak atasi krisis minyak goreng
Akademisi mengingatkan, krisis minyak goreng berdampak langsung pada biaya makan di luar. Dalam beberapa tahun terakhir, kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) terutama dipengaruhi biaya makan di luar. Pemerinta diminta segera mengatasi krisis ini guna mencegah efek berantai yang memicu inflasi lanjutan.
