Gunakan narkoba, pengemudi didenda NT$150.000 jelang pemberlakuan UU baru

發布時間: 更新時間:
Berdasarkan UU baru yang akan segera berlaku, denda pengendara yang pertama kali ditangkap berkendara di bawah pengaruh narkoba akan dinaikkan, disertai pencabutan SIM dan penyitaan kendaraan. Belakangan, kasus serupa juga kerap ditemukan pada pengendara kendaraan roda dua listrik mikro, dengan peningkatan tujuh kali lipat tahun ini. MOTC akan merevisi peraturan untuk memungkinkan penyitaan kendaraan dan pencabutan pelat nomor. Pelanggar yang menolak menjalani tes narkoba akan dikenai denda berat sebesar NT$270.000.

Diduga mengemudi di bawah efek narkoba, oknum tabrak mobil lawan arah

Usai menerima laporan, polisi tiba di lokasi kecelakaan di Distrik Shilin dan menemukan pengemudi yang hendak bergegas meninggalkan tempat kejadian. Kecurigaan petugas berujung pada penemuan kasus mengemudi di bawah pengaruh narkoba, yang menyebabkan oknum menabrak mobil dari arah berlawanan.

Sanksi baru berkendara di bawah efek narkoba, kendaraan disita+SIM dicabut

Menanggapi maraknya kasus mengemudi di bawah pengaruh narkoba, pemerintah meloloskan amandemen UU lewat pembacaan tiga kali untuk memperberat sanksi, berlaku per 31 Oktober. Pengendara motor dan pengemudi mobil yang terlibat pelanggaran berkendaraan di bawah efek narkoba masing-masing didenda NT$120.000 dan NT$150.000 untuk pertama kalinya, SIM dicabut, dilarang mengikuti ujian SIM selama tiga tahun, kendaraan disita. Bagi yang menolak pemeriksaan, pertama kali didenda NT$270.000. Selain itu, Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) juga mempertimbangkan amandemen undang-undang untuk memperketat kontrol terhadap kendaraan roda dua listrik mikro dengan mengacu pada penerapan sanksi NT$270.000 bagi yang menolak tes narkoba sesuai peraturan yang berlaku untuk kendaraan mobil dan motor.

==Chen Tsai-chen // Kepala Divisi Pengawasan Transportasi Umum, MOTC==
Kasus narkoba pada pengendara motor listrik menunjukkan tren peningkatan
MOTC telah berdiskusi dengan Kementerian Dalam Negeri
Dan Badan Kepolisian Nasional untuk merevisi UU
Kami akan memperberat sanksi bagi pengendara motor listrik di bawah efek narkoba
Selaras dengan kasus pelanggaran pada kendaraan mobil dan motor
(Termasuk untuk) yang menolak diperiksa, menolak menjalani tes narkoba
Peraturan baru yang ditambahkan mencakup penyitaan kendaraan
Dan pencabutan pelat kendaraan

Berkendara di bawah efek narkoba melonjak, MOTC pertimbangkan sanksi berat

Hingga September tahun ini, tercatat 1.891 kasus pengendara motor listrik di bawah kondisi mabuk, naik 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara pelanggaran berkendara di bawah efek narkoba mencapai 580 kasus, melonjak drastis sebesar 717%. Kasus oknum yang menolak tes alkohol atau narkoba juga bertambah 334 kasus menjadi 1.812 kasus tahun ini. MOTC tengah mempertimbangkan penerapan sanksi berat berupa penyitaan kendaraan dan pencabutan pelat kendaraan.

MOTC bahas pencakupan motor listrik mikro, RUU diajukan ke YE bulan depan

Kasus serupa kian merajalela. Pemerintah berupaya melakukan pencegahan dengan menerapkan sanksi berat. Saat ini, MOTC masih dalam tahap pembahasan RUU terkait, yang rencananya akan diajukan kepada Yuan Eksekutif (YE) pada akhir November.
 

本網站使用 Cookie 技術提升體驗,詳見服務條款。繼續瀏覽即代表同意上述規範。