Biaya pupuk meroket, panen merosot, harga beras di Indonesia cetak rekor tertinggi

發布時間: 更新時間:
Indonesia dilanda serangkaian musibah mulai dari kabut asap, gagal panen akibat kemarau hingga lonjakan harga pupuk yang turut mendongkrak harga jual beras ke level tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa tanggal 20 dan menuntut pemerintah mengambil tindakan proaktif dalam menanggulangi asap kabut dan kebakaran hutan.

Kelompok mahasiswa gelar unjuk rasa, 100-an demonstran bentrok dengan polisi

Bentrokan meletus antara warga dan polisi pada saat kebakaran hutan yang memicu kabut asap parah kian meluas tak terkendali di Sumatera dan wilayah lain di Indonesia. Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta tanggal 20 hingga terjadi konfrontasi sengit dengan polisi anti huru-hara. Mereka mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan sebagai bencana nasional serta menerapkan langkah-langkah pencegahan karhutla secara nyata.

Lonjakan harga kebutuhan pokok di Indonesia kian terasa, beban hidup kian berat

Kenaikan harga barang dewasa ini membuat kocek warga semakin menipis. Ongkos makan di kedai kaki lima mulai terasa mahal. Masyarakat pun sengsara.

Harga beras di Indonesia cetak rekor, pedagang kelontong: Penjualan beras melesu

Biaya makan melonjak dua kali lipat, kini membeli beras pun butuh perhitungan yang cermat bagi warga berpenghasilan rendah. Harga beras dewasa ini mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, pemilik toko kelontong mengaku, kini beras semakin sulit dijual.

Kenaikan harga pupuk+gagal panen, harga beras di Indonesia terus membengkak

Dampak perang di Iran, kendala ekspor bahan bakar dan pupuk di Selat Hormuz, anjloknya produksi pangan akibat kemarau yang dipicu fenomena El Niño dewasa ini turut berkontribusi dalam mendorong kenaikan harga beras. Pakar memperkirakan, inflasi pangan global akan memburuk dalam beberapa bulan mendatang dan berlanjut hingga 2027. Dampak terparah dialami oleh konsumen pada kalangan fakir miskin, terutama di negara berpenghasilan menengah ke bawah di Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia, di mana sebagian besar pengeluaran rumah tangga masyarakat setempat digunakan untuk membeli makanan.
 

本網站使用 Cookie 技術提升體驗,詳見服務條款。繼續瀏覽即代表同意上述規範。