IHK September naik 2,73%, 5 bulan beruntun lewati batas ambang inflasi 2%
Daging sapi dan ayam naik 20%, kedai makanan pilih tahan harga
Menu populer seperti daging sapi dan ayam Kou Shui Ji kini dibayang-bayangi kenaikan harga bahan baku. Pemilik kedai pun terjepit di antara tergerusnya keuntungan dan kekhawatiran kehilangan pelanggan jika nekat menaikkan harga.
==Bapak Lang //Pemilik kedai makanan==
Harga ayam naik, harga minyak naik, harga sayur naik
Untuk satu porsi seharga NT$130 itu hampir tidak ada untungnya
Harga makan di luar dan kebutuhan naik, konsumen mulai rasakan imbasnya
Tak hanya pemilik kedai, warga juga mengeluhkan melonjaknya biaya makan di luar serta merambatnya kenaikan harga kebutuhan pokok sehari-hari.
==Warga Taipei==
Harga kebutuhan sehari-hari juga semuanya naik
Satu lembar seribu itu begitu dipakai rasanya cepat sekali habisnya
IHK September naik 2,73%, tertinggi dalam 31 bulan
Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) September melesat 2,73%. Lonjakan ini melampaui ambang batas inflasi 2% selama lima bulan beruntun, sekaligus menjadi rekor tertinggi dalam 31 bulan terakhir.
==Tsai Hsiu-hui // Pengawas Senior Statistik Harga, DGBAS==
Pada bulan September
Lantaran hujan deras pada akhir Agustus
(Harga sayur) melambung 4,93%
Kondisi ini memberikan dampak 0,53 % ke IHK
Akademisi: Bank Sentral tak ubah suku bunga demi tahan beban cicilan
Guna meredam beban cicilan masyarakat dan pelaku usaha akibat lonjakan suku bunga, akademisi memprediksi Bank Sentral tetap mempertahankan suku bunga acuan. Kendati demikian, tren kenaikan IHK selama lima bulan berturut-turut dipastikan terus memperberat biaya hidup masyarakat.
