Usai bunuh kolega dengan batang lem panas, pria Kaohsiung serahkan diri ke polisi
Demi NT$100.000, pria terlibat konflik+tega habisi nyawa korban dengan lem panas
Rekaman kamera CCTV memperlihatkan, mobil hitam memasuki area parkir kantor polisi. Tanggal 30 September malam, Kantor Polisi Distrik Nanzi di Kaohsiung menerima laporan dari seorang pria bermarga Mu yang mengaku telah membunuh orang secara tak sengaja, sesaat kemudian, ia menuju kantor polisi sekitar pk. 22:00 untuk menyerahkan diri dengan membawa jenazah di dalam bagasi mobilnya.
==Song Guo-yuan // Ketua tim investigasi Departemen Kepolisian Kaohsing, Cabang Nanzi==
Ia menggunakan batang lem panas sepanjang 1 meter
Dan memukul korban hingga tewas dengan batang lem panas
Sedangkan tempat pembuangan barang bukti berupa senjata pembunuhan ini
Atau keterlibatan senjata pembunuhan lainnya
Kami masih harus melakukan penyelidikan lebih lanjut lagi
Terlibat konflik keuangan, tersangka sempat berpikir untuk bersembunyi di Taitung
Pita pengaman dipasang di sekeliling mobil hitam tersebut. Tersangka menyatakan, demi NT$100.000, kedua pihak terlibat konflik pada pagi itu. Usai menghabisi nyawa korban, ia sempat berpikir untuk bersembunyi di Taitung. Namun, baik itu mengangkut jenazah ke kantor polisi untuk menyerahkan diri atau pun menggunakan batang lem panas sebagai senjata mematikan sama-sama tergolong tidak lazim.
Pelaku utama+7 komplotan lainnya gunakan batang lem panas untuk bunuh kolega
Namun, dalam konferensi pers tanggal 2, polisi mengonfirmasi bahwa jumlah tersangka telah bertambah menjadi delapan orang. Selain pelaku utama yang menyerahkan diri, tujuh oknum lainnya merupakan komplotan. Bahkan pemilik bengkel mobil di Distrik Nanzi di mana korban bekerja, turut terseret karena membantu memuat jenazah ke dalam mobil, meskipun ia membantah terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.
Berikan keterangan inkonsisten, ke-7 komplotan menyangkal terlibat langsung
Setelah diinterogasi semalaman, ketujuh komplotan tersebut memberikan keterangan inkonsisten, namun kompak menyangkal keterlibatan fisik dalam penyerangan dengan dalih hanya menjadi penonton dan melimpahkan seluruh kesalahan kepada tersangka utama. Polisi tidak menutup potensi persekongkolan di antara mereka yang mencoba untuk membebankan kesalahan kepada satu orang saja. Perkara ini telah dilimpahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Qiaotou untuk diselidiki atas tuduhan tindak pidana pembunuhan.
