Ebola di Kongo tembus 8.000 kasus, hampir 4.000 orang meninggal
Tenaga medis terbatas, WHO tegaskan wabah belum terkendali
Kabar duka datang dari Republik Demokratik Kongo setelah seorang dokter muda gugur akibat terinfeksi Ebola. Tragedi ini menyoroti tingginya risiko tenaga medis di garis depan dalam menghadapi wabah. Hingga 26 September, jumlah kasus terkonfirmasi telah menembus angka 8.000 dan memakan lebih dari 3.900 korban jiwa di tujuh provinsi, dengan tingkat kematian melampaui 48%. Wabah kali ini dipicu oleh strain virus Bundibugyo yang belum memiliki vaksin khusus, sehingga petugas medis hanya mengandalkan vaksinasi perlindungan sekunder. Berawal dari kawasan tambang di bagian timur, virus kini meluas ke arah barat menyusuri jalur Sungai Kongo. Organisasi internasional memperingatkan ancaman krisis kemanusiaan yang jauh lebih dahsyat jika penyebaran virus ini sampai menembus ibu kota, Kinshasha atau melintasi batas negara tetangga.
