KPA dorong warga untuk abadikan foto satwa liar lewat program berhadiah uang
KPA ubah pola hidup warga Kalimantan dari pemburu satwa jadi konservator alam
Warga membidikkan ponsel yang dilengkapi dengan lensa telefoto ke arah pepohonan. Dulu, banyak penduduk Kalimantan Barat yang mencari nafkah dengan berburu burung liar. Kelompok Pecinta Alam (KPA) menyadari bahwa mereka bisa menggunakan stimulan serupa untuk menarik warga terjun dalam upaya konservasi. Oleh sebab itu, mereka meluncurkan program yang memberikan hadiah uang tunai bagi warga yang mengabadikan foto atau rekaman suara burung.
Foto satwa liar bisa ditukar uang tunai, warga sambut program dengan antusias
Warga yang memotret seekor burung akan memperoleh Rp5.000, sedangkan foto orangutan yang langka akan mendapat Rp100.000. Walau pendapatan ini tergolong minim dan hanya bisa menjadi usaha sampingan, ada warga yang berhasil memperoleh penghasilan di atas upah pegawai pada umumnya dengan mengandalkan bakat fotografinya.
Foto satwa liar, peserta dapat remunerasi tinggi dan tingkatkan taraf kehidupan
Burung yang difoto oleh pria ini adalah murai batu yang tergolong spesies umum, namun ia juga pernah mengabadikan sosok memukau dari spesies yang jauh lebih langka, yakni burung kasumba.
KPA luncurkan program konservasi berhadiah uang, rezeki warga melimpah ruah
Sejauh ini, warga telah mengabadikan foto satwa liar sebanyak 350.000 kali, separuhnya memenuhi syarat untuk mendapatkan hadiah uang tunai. KPA menyampaikan, selain dapat melindungi satwa liar, program ini juga mampu memperbaiki kondisi perekonomian warga, sehingga memiliki nilai kontribusi bagi lingkungan maupun komunitas.
