Ledakan dahsyat di Distrik An’nan, Tainan, 15 orang cedera, 68 rumah rusak
Ledakan di malam buta, warga di sekitar Distrik An’nan rasakan guncangan hebat
Sekitar pukul 02.45 dini hari tanggal 22, ledakan bertubi-tubi mengguncang An’nan, Tainan. Kamera pengawas ikut bergoyang. Warga yang berada di luar juga menyaksikan peristiwa ledakan tersebut.
Petugas damkar semprotkan air, ledakan susulan beruntun terjadi selama 90 menit
Kebakaran lahan kosong di Distrik An’nan, Kota Tainan dilaporkan pada tanggal 22 pukul 1 dini hari. Saat tim pemadam menyemprotkan air, ledakan besar justru terjadi beberapa kali dalam kurun satu setengah jam. Akibatnya, 15 orang terluka termasuk pemadam kebakaran, dan 11 rumah warga di sekitar lokasi hancur dilalap api.
==Warga yang rumahnya terdampak==
Berubah bentuk, jendela aluminiumnya bengkok semua, sudah tidak bisa ditutup
Intensitas ledakan hancurkan barang dalam rumah, warga merasa tak berdaya
Di bawah bantuan tentara militer tanggal 23, warga membereskan rumah di tengah hujan badai. Jalanan dipenuhi perabot rusak, sementara para prajurit membersihkan serpihan hangus yang berserakan dengan sekop. Ledakan membuat seisi rumah hancur, warga bingung cara membenahinya.
==Warga terdampak==
Semua barang-barang hancur, jadi terus terang saja
Orang masih selamat, langsung lari keluar
==Zheng Shun // Lurah Lixiang, Distrik An’nan, Tainan==
Saya sama sekali tidak tahu, pada malam kejadian
Saya (dulu) mengira itu milik kontraktor bangunan
Setelah menghubungi mereka, mereka baru bilang itu bukan milik mereka
Pria bermarga Wang tumpuk limbah di lahan kosong, sudah kabur ke luar negeri
Petugas investigasi kebakaran terus mengusut lokasi kejadian, sementara jaksa dan polisi melanjutkan penyelidikan. Diketahui lahan kosong ini sebelumnya disewakan oleh pemilik secara gratis lewat kantor kelurahan untuk dijadikan sebagai sarana parkir umum. Namun, pria bermarga Wang yang berstatus buronan kasus penipuan diduga diam-diam menimbun limbah magnesium-aluminium dan drum oli di lokasi tersebut dan telah kabur ke luar negeri sebelum surat perintah penangkapan diturunkan. Baik lurah maupun pemilik lahan mengaku tidak tahu-menahu. Pemerintah kota akan menampung korban dan membantu proses gugatan kolektif dan klaim ganti rugi.
