Organisasi imbau keamanan mes buruh migran
發布時間:
更新時間:
Organisasi imbau keamanan mes buruh migran
Kebakaran pabrik Chin Poon Industrial di Taoyuan April lalu merengut delapan jiwa, membangkitkan kesadaran akan krisis keamanan mes buruh migran dan pekerjaan pemadam kebakaran.
Sejumlah organisasi buruh migran dan asosiasi pengembangan hak pemadam kebakaran mengadakan aksi demo pada hari Minggu, 3 Mei, sore, menuntut revisi undang-undang, menghimpun opini berbagai kalangan, dan meminta izin bagi pemadam kebakaran untuk membentuk organisasi buruh.
Perwakilan Taoyuan City Federation of Industrial Unions mengemukakan, “Kita tuntut pemerintah mengutamakan jiwa manusia. Pihak majikan tidak boleh demi uang, mengorbankan jiwa buruh di tingkat dasar.”
Anggota Panitia National Association for Firefighters' Rights (NAFR) Lan Yu-chieh mengatakan, “Wakil pejabat Yuan Eksekutif mengatakan, pemadam Kebakaran tidak berhak bernegosiasi karena bukan buruh. Emangnya kita harus tunggu sampai ada petugas yang meninggal dalam pekerjaan, baru diizinkan bernegosiasi?”
Aksi demo juga diikuti banyak buruh migran, mengajukan tuntutan dalam bahasa induk masing-masing, berharap majikan bisa menjamin hak mes mereka, memisahkan tempat tinggal dan pabrik untuk mencegah krisis keamanan publik.
Perwakilan Taiwan International Workers' Association Chen Hsiu-lien mengutarakan, “Mereka membuka rapat dengan pimpinan lembaga pemerintah, namun tidak mendiskusikannya dengan organisasi buruh migran bersangkutan.
Tapi siapakah yang tinggal di dalam pabrik? Para buruh migran, bukan para majikan, juga bukan orang-orang dari Kementrian Ekonomi.”
Sambil melambaikan spanduk protes, para pedemo berbaris dari gedung Kementrian Ketenagakerjaan (MOL), berjalan ke Kementrian Dalam Negeri (MOI) dan terakhir menuju Yuan Eksekutif, tapi berhubung akhir pekan, tidak ada pejabat yang mewakili pemerintah untuk menerima petisi pemrotes. Demo menuntut perlindungan hak buruh tersebut berlangsung damai, meski aksi melempar bola plastik sempat mendapat peringatan dari pihak kepolisian.
Editor: Maidin Hindrawan

