Warta Berita

Siaran pertama: PTS3, Senin-Jumat, Pk. 21:55
Siaran ulang: PTS (CH 13), Senin-Jumat, Pk. 7:55

Berita Terbaru

Tak tahan kekerasan keluarga, wanita 60-an tahun bunuh suami mabuk

Sebuah kasus pembunuhan suami oleh istri dilaporkan terjadi di Sanchong, New Taipei, pada tanggal 30 dini hari. Tersangka adalah seorang wanita berusia 60-an tahun yang mengalami kekerasan rumah tangga jangka panjang dari suaminya. Tanggal 29 malam, suaminya kembali mabuk dan memarahinya. Wanita ini kemudian disinyalir menikam suaminya dengan pisau buah setelah suaminya tidur.Wanita laporkan pembunuhan satu jam kemudian, ditahan usai interogasiSatu jam kemudian, polisi menerima laporan dari sang istri dan menahannya usai interogasi. Ketua RT lokasi kejadian menegaskan, Dinas Sosial sempat menyampaikan prihatin dan tetangga diminta untuk turut waspada.Wanita pernah ajukan Perintah Perlindungan atas kekerasan rumah tanggaMenurut Dinsos, sang istri pernah mendapatkan Perintah Perlindungan sementara dan dalam wawancari tak lama lalu mengklaim bahwa dirinya telah merasa aman. Namun tak disangka, tragedi tetap saja terjadi.

Polisi mulai investigasi, banyak warga menghapus komentar di medsos

Polisi mulai investigasi, banyak warga menghapus komentar di medsos

“Revolusi Kertas Putih” terus berlanjut di Tiongkok. Pihak berwenang dilaporkan mulai mendata dan meminta warga yang ikut aksi protes pada tanggal 27 malam untuk melapor ke kantor polisi, membuat banyak orang berusaha menghapus komentar dalam media sosial.Warga Jinan terobos penghalang, warga Guangzhou berkumpul di jalananDi Kota Jinan, konflik terjadi saat warga pendemo berusaha menerobos penghalang jalan dan bentrok dengan petugas pandemi. Di Kota Guangzhou, warga masih berkumpul di sekitar penghalang jalan di Distrik Liwan, memprotes manca lockdown yang telah diberlakukan beberapa minggu.Polisi Beijing ditugaskan untuk pemeriksaan dan pencegahan di jalananDi Kota Beijing, terlihat banyak polisi ditugaskan untuk memeriksa HP warga di jalanan untuk mencegah aksi protes berikutnya.Aksi protes terbesar di Tiongkok sejak Peristiwa TiananmenIni adalah aksi protes skala terbesar di Tiongkok sejak Peristiwa Tiananmen pada 4 Juni 1989. Pakar asing berpendapat, ketidakpuasan rakyat terhadap kebijakan nol-COVID dan sistem politik secara keseluruhan dicetuskan oleh insiden tewasnya banyak korban dalam sebuah kebakaran di Urumqi, Xinjiang, akibat pengendalian pandemi terlampau ketat.Pakar: Kemungkinan gerakan revolusi nasional sangat kecilNamun ada pakar beranggapan, aksi protes ini berawal dari keluhan terhadap pengendalian pandemi, berbeda dari aksi pro-demokrasi tahun 1989 yang memiliki target politik kuat, maka kemungkinan baginya untuk berkembang menjadi gerakan revolusi nasional akan sangat kecil.

Aksi protes di berbagai pelosok mendukung “Revolusi Kertas Putih”

Aksi protes di berbagai pelosok mendukung “Revolusi Kertas Putih”

Di Universitas Harvard di Amerika Serikat, ada mahasiswa mengadakan kegiatan mendukung kebebasan berbicara pada tanggal 29; sementara aksi protes juga bermunculan di kota-kota besar seperti New York, Toronto di Kanada dan London di Inggris.Tiongkok tolak kaitan antara pengendalian pandemi dan kebakaran di UrumqiMenghadapi arus protes ini, pihak Tiongkok tetap bersikeras pada kebijakan nol-COVID, dan menolak adanya kaitan antara pengendalian pandemi dan kebakaran di Urumqi. Pihak AS, sementara itu, menyatakan dukungan terhadap aksi protes damai anti-lockdown.Jumlah terdiagnosis COVID-19 terus menembus rekor tertinggiYang patut diperhatikan adalah, seiring meluasnya arus protes, jumlah terdiagnosis COVID-19 di Tiongkok terus menembus rekor tertinggi. Tak peduli apakah kebijakan nol-COVID akan diteruskan atau dihentikan, dampak ekonomi akan dirasakan dalam waktu dekat.