Lai: Bila Tiongkok menginvasi Taiwan, target berikutnya adalah Jepang dan Filipina
Peratifikasian rancangan anggaran khusus pertahanan nasional senilai NT$1,25 triliun terus tersendat di Yuan Legislatif. Menghadapi penolakan Tiongkok untuk melepaskan niat menggunakan kekuatan terhadap Taiwan, Presiden Lai Ching-te telah meminta Yuan Legislatif untuk mempercepat peninjauan, juga memperingatkan dalam sebuah wawancara dengan AFP bahwa jika Beijing menginvasi Taiwan, negara-negara Asia lainnya akan menjadi target Tiongkok berikutnya.
Tanggal 11, Presiden Lai Ching-te bersama komandan dari tiga angkatan bersenjata baru saja mengadakan jumpa pers untuk mendesak Yuan Legislatif mempercepat peninjauan anggaran khusus pertahanan nasional senilai NT$1,25 triliun. Saat diwawancara oleh media AFP tanggal 10, Presiden Lai menekankan bahwa Taiwan perlu memperkuat kemampuan pertahanan nasionalnya secara signifikan dan memperingatkan, jika Beijing menginvasi Taiwan, negara-negara Asia lainnya akan menjadi target Tiongkok berikutnya.
==Lai Ching-te // Presiden==
Kami hendak mencapai target agar Tiongkok
Tidak sehari pun memiliki peluang untuk menginvasi Taiwan
Dengan demikian, kami baru bisa memastikan keamanan Taiwan
Dan stabilitas perdamaian di kawasan Indo-Pasifik
Partai TPP setujui peninjauan program kolaboratif, KMT ungkit versi sendiri
Program anggaran khusus pertahanan nasional versi Yuan Eksekutif telah tersendat lama di Yuan Legislatif. Fraksi Partai TPP menyatakan persetujuan untuk meninjau anggaran versi Yuan Eksekutif yang digabung dengan versi fraksi mereka sendiri setelah persidangan baru Yuan Legislatif dimulai. Fraksi Partai KMT menyatakan, versi kubu biru akan merancang UU yang mewajibkan AS untuk memberikan jaminan substansial dan spesifik terkait jadwal transaksi.
AS rancang strategi prioritas alokasi peralatan militer, pakar: Menguntungkan Taiwan
Terkait perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump pekan lalu untuk membentuk “Strategi Prioritas Alokasi Peralatan Militer AS” dan menyesuaikan urutan pelanggan dengan memprioritaskan negara yang memiliki anggaran pertahanan dan kepentingan strategis yang lebih tinggi, pakar menilai, ini merupakan hal kondusif untuk membantu Taiwan mendapatkan peralatan militer.
==Zhou Yu-ping // Mantan Kepala Bidang Perencanaan, Komando Rudal dan Pertahanan Udara AU==
Masalahnya tak lagi terkait apakah Taiwan diposisikan di depan atau bukan
Melainkan Apakah Taiwan sudah mampu membuat dirinya
Sebagai pilihan yang layak berada di posisi depan
Pakar: Taiwan perlu tingkatkan pertahanan nasional dan menjadi sekutu penting
Pakar menganalisis, partai yang berkuasa dan oposisi harus memprioritaskan kelancaran pengesahan anggaran pertahanan untuk menunjukkan sinyal strategi tempur kepada dunia. Mereka juga menyarankan agar Taiwan meningkatkan kemampuan pertahanan nasional dengan menegaskan sikap terhadap AS agar dapat dipertimbangkan sebagai sekutu yang tak dapat diabaikan.
