7 Juni Taiwan mencatat 82.973 kasus, Kaohsiung, Taichung terbanyak

Jumlah kasus lokal tanggal 7 Juni mengalami penambahan sebanyak 82.973 kasus, terbanyak di Kaohsiung dan Taichung dengan lebih dari 12.000 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa situasi di kawasan sentral dan selatan masih belum mereda. Selain itu, kasus meninggal berjumlah 124 kasus.

Kasus pertama remaja meninggal akibat terinfeksi terjadi di Taiwan

Kasus meninggal pertama pada remaja terdiagnosis muncul di Taiwan belum lama ini. Seorang remaja berusia 15 tahun, tidak menderita penyakit kronis, sempat menerima vaksinasi dosis pertama, dan meninggal akibat pingsan saat masuk sekolah pasca karantina. Setelah pemeriksaan yudisial oleh dokter forensik, penyebab kematian adalah miokarditis akibat virus yang disertai edema paru-paru akut dan syok kardiogenik dan infeksi virus COVID-19, yang menarik perhatian semua lapisan masyarakat.

Dokter ingatkan penyakit kardiovaskuler dalam 3 pekan pasca pulih

Dokter menilai, warga yang pulih jangan hanya perlu cemas pikiran kabur dan pikun akibat gejala Long COVID serta harus lebih memerhatikan masalah radang pembuluh darah yang meliputi strok dan penyakit kardiovaskular dalam 2-3 minggu setelah pulih. Potensi serangan akutnya sangat besar.

Dokter kardiologi Taiwan Adventist Hospital // Lin Wei-wen menyampaikan, “potensi timbul secara klinis cenderung agak berat. Kaum muda lebih kerap menderita mikroarditis akibat virus.”

Risiko menderita arteri koroner pasca pulih bertambah 72%

Dokter menyampaikan, berdasarkan analisis terbaru luar negeri, baik itu penderita gejala ringan maupun berat, risiko menderita penyakit arteri koronernya bertambah 72% setelah pulih dan risiko stroknya bertambah 52%. Walau sebelumnya tidak pernah menderita penyakit kardiovaskular, peradangan pembuluh darah yang terinfeksi dapat menimbulkan penyakit kardiovaskular. Saat muncul sesak dada, sesak napas atau asma segera pergi berobat.
 

全台敬老金大調查