AUKUS: Kembangkan senjata hipersonik, tingkatkan daya tempur elektronik

Mengantisipasi ancaman Tiongkok dan Rusia, tanggal 5 aliansi AUKUS yang dibentuk Amerika, Inggris dan Australia menyatakan akan bersama-sama mengembangkan senjata hipersonik. Amerika mengumumkan tahap baru penjualan senjata kepada Taiwan, termasuk sistem pertahanan udara Patriot. Ini merupakan penjualan senjata ketiga kalinya kepada Taiwan di bawah pemerintahan Joe Biden.

Biden ke-3 kalinya jual senjata, kirim personel terampil ke Taiwan

Divisi Kerja Sama Keamanan Departemen Pertahanan Amerika tanggal 5 mengumumkan tahap baru penjualan senjata ke Taiwan, termasuk peralatan yang terkait dengan sistem pertahanan udara Patriot, mengirim personel ke Taiwan untuk pelatihan dan berbagai dukungan, dengan total US$ 95 juta. Hal ini akan diinformasikan kepada kongres dan diresmikan dalam sebulan. Ini adalah penjualan senjata ketiga kalinya kepada Taiwan di bawah pemerintahan Joe Biden.

Juru bicara Kementerian Pertahanan // Sun Li-fang mengemukakan, “Kementerian Pertahanan menyampaikan terima kasih kepada Amerika atas keputusan penjualan senjatanya. Taiwan dan Amerika akan terus memperkuat kemitraan keamanan.”

Amerika, Inggris, Australia saling kembangkan senjata hipersonik

Selain itu, tanggal 5 aliansi keamanan AUKUS yang dibentuk oleh Amerika, Inggris dan Australia mengumumkan akan bersama-sama mengembangkan senjata hipersonik dan memperluas daya tempur elektronik.

Target kerja sama erat AUKUS adalah untuk diperlihatkan kepada Tiongkok

September lalu ketiga belah pihak mengumumkan pembentukan aliansi. Inggris dan Amerika berjanji membantu Australia membangun kapal selam tenaga nuklir. Di tengah ketidakstabilan kawasan Indo-Pasifik, tujuan kerja sama pengembangan senjata hipersonik adalah untuk menjaga keamanan nasional Australia, namun ada pakar menilai hal ini ditargetkan pada Tiongkok.

Menteri Pertahanan Australia // Peter Dutton menjelaskan, “saya bukan hanya khawatir beberapa tahun kemudian, namun juga khawatir 10 tahun mendatang. Sekarang ada satu asumsi Tiongkok mungkin menginvasi Taiwan pada 2040. Saya rasa agenda saat ini sudah dipercepat waktunya.”

Senjata hipersonik Tiongkok mampu menghantam Sydney dalam 14 menit

Akhir-akhir ini, Tiongkok dan Rusia secara aktif mengembangkan senjata hipersonik. Dalam perang Rusia-Ukraina, Rusia pertama kalinya mengirim rudal hipersonik untuk menggempur Mariupol. Media asing mengutip ucapan PM Australia, senjata hipersonik yang dikembangkan Tiongkok saat ini mampu menghantam Sydney hanya dalam 14 menit. Bila dilengkapi dengan hulu ledak nuklir, daya musnahnya tetap mengejutkan walau pun tidak tepat sasaran.