Tank Rusia memasuki timur Kyiv, warga pertahankan ibu kota

Ketika Rusia menyerang Kyiv tanggal 9, tank yang memasuki wilayah timur Kyiv diserang dengan drone Ukraina dan video penyerangan dirilis oleh Batalyon Azov, (sebuah kelompok milisi yang dekat dengan militer Ukraina). Saat ini, Kyiv masih di bawah kendali Ukraina, tetapi pasukan Rusia juga masih terus maju dan otoritas setempat mengatakan setengah dari penduduk telah dievakuasi dan akan terus berupaya melindungi ibu kota.  

Walikota Kyiv, Vitali Klitschko mengatakan, “Sebagian besar apotek masih dibuka. Tetapi ibu kota masih di bawah ancaman invasi.”

Pembicaraan menlu Rusia-Ukraina tidak ada kemajuan

Pada tanggal 10, Rusia dan Ukraina mengadakan pembicaraan damai putaran keempat di Ankara, ibu kota Turki, yang juga merupakan pendekatan tertinggi sejak pecahnya perang, tetapi tidak ada kemajuan dalam gencatan senjata, Rusia tidak mau tanggung jawab atas kematian dan cedera dari pengeboman rumah sakit Mariupol sehari sebelumnya. Pihak Ukraina mengatakan mereka akan terus mencari solusi melalui cara diplomatik.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengatakan, “Fakta yang disampaikan delegasi kami adalah rumah sakit ini telah diambil alih oleh Batalyon Azov dan diduduki militan lainnya. Ini adalah basis pihak radikal batalyon Azov.”

Sementara Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba mengatakan, “Ukraina tidak menyerah. Tapi selama belum ada solusi, kami akan mengorbankan diri untuk membela negara kami.”

Rusia terus membom Mariupol, air, listrik dan makanan terputus

Saat ini pengeboman terhadap kota pelabuhan Mariupol di wilayah selatan masih berlanjut, menyebabkan warga terputus air, listrik dan makanan. Tim penyelamat menemukan bocah laki-laki yang pingsan beberapa orang yang tewas di reruntuhan. Palang merah internasional memperingatkan bahwa kota Mariupol dalam keadaan bahaya. PBB juga mengatakan 2,3 juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak perang dimulai.