Rusia dikabarkan menginvasi Ukraina, situasi perbatasan mencekam

Ketegangan hubungan Rusia dan Ukraina semakin memburuk, perang bisa terjadi kapan saja. Media AS melaporkan bahwa intelijen AS berpendapat bahwa Rusia akan mengerahkan pasukannya pada tanggal 16, tetapi Pentagon masih belum mengonfirmasi laporan tersebut.  

Juru Bicara Pentagon, John Kirby mengungkapkan bahwa mereka berpendapat bahwa  adanya kemungkinan aksi militer besar kapan saja.

AS minta warga keluar dari Ukraina dan kirim pasukan ke Polandia

Selain meminta warganya untuk meninggalkan Ukraina sesegera mungkin, Amerika Serikat kembali mengirim pasukan tambahan ke Polandia pada hari Minggu. Pada hari yang sama, Presiden Biden juga membahas krisis ini dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy via telepon. Presiden Zelenskyy mengundang Biden untuk mengunjungi Ukraina, tetapi gedung putih tidak memberikan pernyataan tentang undangan tersebut.

Kanselir Jerman bertemu dengan presiden Rusia dan Ukraina

Sementara itu, Kanselir Jerman Olaf Scholz berupaya melakukan mediasi diplomatik dengan presiden Ukraina di Ibu Kota Kiev pada tanggal 14. Dan pada tanggal 15, Scholz beranjak ke Moskow untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Rusia bantah tentang invansi, tuduh negara Barat menyebarkan kepanikan

Hubungan antara kedua negara telah memburuk sejak pendudukan Rusia atas Krimea Ukraina pada tahun 2014. Ketegangan ini meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena pertimbangan Ukraina untuk bergabung dengan NATO. BBC mengutip pernyataan duta besar Ukraina untuk Inggris yang mengatakan bahwa pihak berwenang Kiev sedang mempertimbangkan pembatalan bergabung dengan NATO untuk menghindari perang. Tetapi pernyataan ini segera dibantah juru bicara kepresidenan Ukraina. Rusia telah mengerahkan 100.000 tentara di perbatasan karena pertimbangan Ukraina untuk bergabung dengan NATO. Moskovsky Kreml juga membantah bahwa Rusia tidak akan melakukan invasi ke Ukraina dan menuduh negara-negara Barat yang nanar menyebarkan kepanikan.  
 

相關新聞