Legislator serukan penyediaan vaksin bagi PMA yang hilang kontak

Menurut statistik Kementerian Ketenagakerjaan (MOL), jumlah PMA di Taiwan yang kehilangan kontak mencapai lebih dari 50.000 orang. Sesuai peraturan saat ini, registrasi vaksinasi tidak dapat dilakukan bagi mereka yang tidak memiliki ARC, sehingga berpotensi menjadi celah pencegahan pandemi. Ada legislator yang menyerukan agar pemerintah pusat mengizinkan vaksinasi bagi PMA yang kehilangan kontak atas norma perikemanusiaan dan upaya penanggulangan pandemi.

Legislator Partai DPP (Democratic Proggresive Party) // Su Chiao-hui menyampaikan, “apakah kita dapat mempertimbangkan segala aspek aksesibilitas bahwa ini bukan semata-mata untuk melindungi mereka, namun untuk melindungi keselamatan Taiwan.”

Wakil Menteri Dalam Negeri // Chen Tsung-yen menjelaskan, “kami dan sejumlah organisasi keagamaan akan bersama-sama melakukan upaya kepedulian. Setelah mereka (PMA yang hilang kontak) menerima vaksinasi, catatan vaksinasi tetap akan diberikan untuk mereka
Ini untuk mencegah timbulnya kekhawatiran dari mereka terkait masalah hukum di kemudian waktu. Oleh sebab itu, kita akan memberikan bantuan dengan cara halus.”

Skala vaksinasi PMA yang sah masih di bawah 50%

PM Su Tseng-chang juga menginstruksikan pembentukan jaringan pelindung bagi PMA yang kehilangan kontak dan menekankan ini bukan saatnya menciduk PMA tersebut, melainkan untuk menciptakan rasa kepercayaan terhadap integritas pemerintah dan agar mereka menerima vaksinasi dengan tenang. Sedangkan skala vaksinasi PMA yang berstatus resmi masih di bawah 50% saat ini.

Pemerintah canangkan program vaksinasi malam hari dan di swalayan

Hingga kini tingkat vaksinasi dosis pertama Taiwan telah melampaui 78%, dan 57% untuk dosis kedua. Namun seiring memanasnya situasi pandemi global, pemerintah berupaya menggalakkan skala vaksinasi dosis kedua dan akan menyediakan layanan vaksinasi pada malam hari, mencanangkan penyuntikan vaksin langsung di area swalayan serta tidak menutup kemungkinan menjalin kerja sama dalam menyelenggarakan undian berhadiah untuk menstimulasi skala vaksinasi.

Juru bicara CECC // Chuang Jen-hsiang mengutarakan, “di samping itu kami juga melakukan negosiasi dengan PX MART. Mereka juga menyampaikan akan menyediakan 174 titik lokasi, yakni sebanyak 174 toko di seluruh Taiwan yang akan menyediakan suvenir bagi warga yang divaksin.”

PX MART, Carrefour bersedia memfasilitasi program vaksinasi

Setelah melakukan negosiasi, CECC dan PX MART sepakat bahwa setidaknya ada 174 titik layanan vaksinasi, yang lokasinya masih dalam tahap pencarian saat ini. Disampaikan oleh PX MART, mereka memiliki pengalaman kerja sama di masa lalu terkait program vaksinasi flu. Sementara Carrefour menyatakan akan terus berkomunikasi dengan seluruh pemda. Stasiun layanan vaksinasi akan ditempatkan di pujasera setiap toko untuk menghindari kerumunan warga.