Inflasi tak terbendung, pengusaha mamin terpaksa menaikkan harga

Mengantisipasi tekanan inflasi, pemerintah telah mencanangkan zona produk berharga terjangkau dan bahkan menurunkan tarif bea cukai, namun tetap tak mampu membendung lonjakan harga barang. Dewasa ini, banyak pengusaha makanan dan minuman (mamin)  mengumumkan kenaikan harga, restoran BBQ Gyu-Kaku misalnya mengumumkan kenaikan sebanyak NT$ 30-50.

Biaya konsumsi bertambah pasca lonjakan harga sektor mamin

Restoran sukiyaki terkenal, MoMo Paradise, juga mengumumkan penyesuaian harga mulai Desember. Harga menu siang pada hari biasa naik NT$ 40 dan harga menu malam dan pada hari libur naik NT$ 50, belum termasuk PPN 10%. Banyak warga mengeluh akibat kenaikan harga pada sektor mamin, yang turut berimbas pada peningkatan anggaran makan di luar rumah sebesar 10%-20%.

Konsumen berkomentar, “yang dilihat oleh konsumen pada saat ini adalah harga meroket. Betul, saya hampir selalu makan di luar. Bila harga meningkat (biaya makan) mungkin bertambah 10%-20%.”

Restoran Shin-yeh umumkan kenaikan harga sebesar 13%

Di samping itu, restoran prasmanan Jepang Shin-yeh juga mengumumkan kenaikan harga sebesar 13% akibat dampak lonjakan biaya bahan baku internasional.

MOEA bekukan kenaikan iuran listrik, kurangi pajak bahan pokok

Sebagai upaya stabilisasi harga, Kementerian Ekonomi menyatakan akan membekukan kenaikan iuran listrik, gas alam dan pengambangan harga BBM. Kemudian dari Desember-Maret tahun depan, pajak cukai solar dan bensin akan dikurangi NT$ 1 per liter, pada saat yang sama juga akan memberlakukan pengurangan pajak bahan pokok, meliputi pajak komoditi semen dikurangi separuh, produk gandum bebas pajak dan pajak impor daging sapi dikurangi separuh.