Jam kerja panjang, upah berkurang, lingkungan kerja nelayan migran buruk

Departemen Tenaga Kerja AS memasukkan penangkapan ikan laut lepas Taiwan dalam "Daftar Barang yang Diproduksi oleh Pekerja Anak atau Tenaga Kerja Paksa," selain mendampak citra HAM Taiwan, juga menonjolkan keseriusan lingkungan buruk nelayan migran yang mencakup lokasi kerja yang sempit, jam kerja yang panjang, pasokan pangan tak cukup dan upah yang berkurang. "Laporan HAM Khusus Nelayan Migran" yang dirilis Komisi HAM Nasional (NHRC) Taiwan pada tanggal 30, mengungkapkan bahwa jeda upah dan jaminan antara nelayan domestik dan asing adalah salah satu masalah besar.

Upah nelayan migran berkurang akibat eksploitasi agen

Anggota NHRC Wang Mei-yu melaporkan, penyelidikan terhadap kapal FoC dan agen nelayan menemukan sejumlah isu serius, termasuk nelayan legal dilaporkan hilang dan kurangnya upah yang diterima nelayan karena biaya dokumentasi serta eksploitasi agen kedua pihak.

Indonesia harap ongkos pengiriman uang ditanggung oleh majikan

Perihal isu ongkos pengiriman uang, pemerintah Indonesia pernah mengajukan harapan nelayan migran bahwa biaya tersebut seharusnya ditanggung oleh pihak majikan.

Laporan NHRC usulkan peningkatan perlindungan HAM pekerja migran

Laporan NHRC ini membahas kekurangan sistem perlindungan HAM bagi pekerja migran berdasarkan enam hasil penyelidikan nelayan migran dari Yuan Kontrol, juga mengajukan usul-usul seperti meningkatkan kerja sama internasional, menyempurnakan UU Pemeriksaan Ketenagakerjaan dan memberlakukan pengiriman uang langsung.