SD Taoyuan belajar bahasa Asia Tenggara melalui permainan

Kota Taoyuan sangat sukses memacu pembelajaran bahasa penduduk baru dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya, sekolah dasar ini tidak hanya mengajarkan bahasa Melayu, tetapi juga terdapat pelajaran bahasa Vietnam di kelas lainnya. Guru mengajarkan bahasa melalui permainan, dan anak-anak pun belajar dalam suasana tawa ceria.

Guru Bahasa Vietnam, Chen Chiu-hong mengatakan, “Sangat senang bisa mengajar di sekolah. Mereka akan merasa nyaman jika pulang ke Vietnam, bisa bicara dan mengetahui bahasa ibu mereka sendiri.”

Kelas bahasa penduduk baru Taoyuan terbanyak selama 3 tahun

Sejak bahasa penduduk baru menjadi salah satu mata pelajaran kurikulum sekolah, Taoyuan telah membuka 253 kelas di tahun ajaran 2019, 494 kelas untuk tahun ajaran 2020 dan 844 kelas dengan jumlah siswa mencapai 2,269 orang pada tahun ajaran 2021. Taoyuan menjadi kota yang berhasil membuka kelas bahasa penduduk baru terbanyak di Taiwan selama 3 tahun berturut-turut.

Ketua Kelompok Bimbingan Bahasa Penduduk Baru Kota Taoyuan, Huang Mu-yin memaparkan, “Kami membuka 253 kelas pada tahun pertama di Taoyuan hingga tahun ini telah mencapai 840 kelas. Berkembang lebih dari tiga kali lipat. Jumlah siswa yang memilih kelas pada tahun ini meroket menjadi lebih dari 2 ribu orang.”

Taoyuan memiliki 18 ribu siswa SD dan SMP anak penduduk baru

Menurut statistik Biro Pendidikan, Taoyuan memiliki sekitar 18 ribu siswa SD dan SMP anak penduduk baru, terhitung 9,5% dari total siswa. Angka ini merupakan total terbanyak kedua di Taiwan setelah New Taipei. Ketua Kelompok Bimbingan Huang Mu-yin mengatakan Taoyuan memang merupakan kota multikultural sejak dulu. Selain belajar bahasa, siswa yang mempelajari bahasa penduduk baru juga akan membuka perspektif internasional dan berani untuk maju untuk melintas budaya.