Stasiun lama Kaohsiung kembali ke tempat semula

Stasiun lama Kaohsiung yang berusia 80 tahun kembali ke tempat semula pada tanggal 26 pagi setelah 19 tahun dipindahkan untuk relokasi proyek kereta api bawah tanah. Presiden Tsai Ing-wen dan walikota Kaohsiung hadir di lokasi.

Presiden Tsai Ing-wen dalam pidato menyampaikan, “(Stasiun lama) di sini melihat setiap orang. Anak muda Pingtung yang bertaruh nasib ke kota besar, anak SMA yang pulang ke Qiaotou setelah kursus, sopir taksi yang antri menunggu penumpang di depan stasiun,penjaja bento yang menjual dagangannya di keramaian. Saya percaya banyak teman baik di lokasi, termasuk (Chen)Chi-mai juga merupakan bagian dari memori ini.”

Bangunan mahkota stasiun lama dipadukan bangunan baru

Dengan berakhirnya proyek kereta bawah tanah, bangunan mahkota stasiun lama yang berusia 80 tahun akan diintegrasikan dengan bangunan baru, menampilkan sejarah transformasi kota. Semua walikota merasa terharu, termasuk Frank Hsieh yang menjadi walikota pemulai proyek ini pada tahun 2002 yang sekarang menjadi perwakilan Taiwan di Jepang.

Perwakilan Taiwan di Jepang, Frank Hsieh mengatakan, “Mempertahankan stasiun kereta api ini dengan relokasi untuk pertama kalinya di Taiwan. Kami semua penuh misi dan semangat.”

MRT Kaohsiung terima ancaman bom di 3 stasiun

Banyak tokoh politik yang berkumpul menyambut kembalinya stasiun lama. Namun, MRT Kaohsiung sempat menerima ancaman bom di tiga stasiun pada malam sebelumnya, termasuk MRT Stasiun Kaohsiung yang tergabung dengan Stasiun Kereta Api Kaohsiung.

Polisi bersiaga dan memperkuat patroli

Meski tidak menutup kemungkinan hanya lelucon, polisi dan petugas keamanan MRT Kaohsiung segera perkuat patroli dan menyelidiki lebih dalam.