Kekerasan semakin mewarnai arus anti-protokol pandemi di Eropa, AS

Kekerasan semakin mewarnai arus anti-protokol pandemi di antara warga Eropa dan Amerika. Di Jerman, seorang petugas pompa gas ditembak mati karena menolak melayani seorang tamu yang tidak memakai masker. Di Melbourne Australia, warga juga semakin emosional dengan lockdown yang telah berlanjut tujuh pekan, aksi demo anti-protokol pandemi bahkan berkembang menjadi konflik kekerasan. (23”)

Tanpa masker tidak dilayani, pria Jerman tembak mati pegawai pompa gas

Beberapa hari terakhir, pompa bensin di Kota Idar-Oberstein, Jerman barat ini terus didatangi warga dengan bunga dan lilin, pertanda turut berduka atas tewas ditembaknya pegawai yang menolak melayani seorang pria yang tidak bersedia memakai masker wajah.

Pria Jerman tembak mati pegawai yang memintanya memakai masker

Tanggal 18, pria berusia 49 tahun itu menuju pompa besin tersebut untuk membeli bir, tapi ditolak oleh pegawai lelaki berusia 20 tahun karena tidak memakai masker. Satu jam lebih setelah pergi, pria itu kembali dengan memakai masker dan melepaskan tembakan fatal di bagian kepala staf tadi. Keesokan harinya, tersangka menyerahkan diri pada polisi, dan mengklaim bahwa ia menolak semua protokol anti-pandemi seperti mengenakan masker.

Aksi anti-masker, anti-vaksin dikhawatirkan jadi masalah sosial baru

Tiga kandidat pemilu federal Jerman semuanya terkejut mengetahui berita ini. Annalena Baerbock dari Partai Hijau bahkan khawatir, gerakan anti-masker, anti-vaksin dan anti-protokol pandemi di Jerman yang semakin gencar dan cenderung berbau kekerasan dan keekstreman, akan berkembang menjadi masalah sosial baru pada generasi berikutnya.

Kekerasan terjadi dalam aksi protes protokol pandemi di Melbourne

Di pihak lain, lockdown di Melbourne, Australia untuk menghentikan penyebaran virus corona varian Delta memasuki pekan ketujuh. Lebih dari 100 pekerja konstruksi berdemo di jalanan pada tanggal 20 untuk memprotes peraturan vaksinasi wajib. Suasana protes sempat memanas, jendela perkantoran ada yang pecah, 44 orang ditangkap, dan ada wartawan yang dilaporkan mengalami luka di bagian kepala.