73 korban tewas, 140 cedera dalam serangan di bandara Kabul

Serangan bunuh diri terjadi sebanyak dua kali di bandara Kabul tanggal 26. Mayat dan noda darah bergelimpangan di mana-mana. Tangisan pilu terdengar dari segala penjuru. Pertama, kelompok bersenjata ISIS menembak ke arah kerumunan dan tentara Amerika di luar gerbang Bandara Aibi, kemudian ledakan kedua terjadi di dekat Hotel Baron di luar bandara. Sebanyak 13 tentara Amerika dan 60 warga sipil Afghanistan tewas, lebih dari 140 orang mengalami cedera. ISIS mengaku sebagai dalang insiden tersebut. Saat menyampaikan pidato nasional, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menujukan komentarnya secara langsung kepada para pelaku.

Presiden Amerika Serikat // Joe Biden berseru, “kami akan memburu kalian dan memberikan ganjaran setimpal.”

Misi penarikan militer tak ditunda, AS peringatkan peluang bahaya besar

Sikap Biden yang bersikeras menarik pasukan mendapat kritikan keras karena telah mengakibatkan pemerintah Afghanistan tumbang dan diambil alih oleh Taliban. Biden menyampaikan misi penarikan militer tidak akan ditunda. Namun pihak intelijen menunjukkan bahwa penarikan pasukan selalu menyembunyikan ancaman besar, dan targetnya kebetulan adalah musuh Taliban, yakni anggota separatis negara Islam ISIS-K yang berkuasa di Pakistan utara. Menanggapi serangan fatal dalam 5 hari menjelang akhir misi penarikan militer, Pentagon memperingatkan kemungkinan munculnya serangan berikutnya.

Sejumlah negara keluarkan peringatan untuk tidak ke bandara

Amerika, Inggris dan Australia telah mengeluarkan peringatan pada tanggal 25, meminta warganya untuk tidak pergi ke bandara dan baru keluar setelah mendengar instruksi, tetapi mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut. Amerika bahkan memperingatkan agar warga yang berada di gerbang bandara Aibi untuk segera evakuasi.
 

全台敬老金大調查

相關新聞