Biden sampaikan pernyataan eksplisit dalam melindungi Taiwan

Amerika menarik pasukan militer mereka dari Afghanistan. Situasi kacau-balau tersebut telah memancing pertanyaan pihak luar terhadap komitmen Amerika kepada sekutu mereka. Dalam sebuah wawancara eksklusif, kantor berita ABC melontarkan pertanyaan kepada Presiden Joe Biden bahwa Tiongkok menggunakan peluang ini untuk memberitahu Taiwan bahwa Amerika tak dapat diandalkan. Biden menanggapi untuk pertama kalinya ia telah menyangka Tiongkok pasti akan memberikan komentar tersebut. Namun Afghanistan pada dasarnya berbeda dari Taiwan, Korea Selatan dan NATO (North Atlantic Treaty Organization). Amerika membuat kesepakatan untuk mencegah orang jahat melakukan kejahatan terhadap mereka dan menekankan bahwa Amerika selalu tepat janji dan akan memberi tanggapan sesuai Perjanjian NATO. Hal serupa juga berlaku untuk Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. Ini juga merupakan pernyataan paling eksplisit dari Biden selama masa jabatannya terkait upaya perlindungan Taiwan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika // Edward Price menyampaikan, “kami mendesak Beijing untuk berhenti memberikan tekanan militer, diplomatik dan ekonomi pada Taiwan serta menggalang jalinan komunikasi yang bermanfaat. Perdamaian dan keamanan Selat Taiwan merupakan kepentingan bagi Amerika dalam jangka panjang.”

Amerika tegaskan dukungan stabilisasi perdamaian Selat Taiwan

Departemen Luar Negeri Amerika kembali menegaskan dukungan mereka kepada Taiwan berdasarkan Kebijakan Satu Tiongkok (One China Policy) dan mementingkan stabilisasi perdamaian di Selat Taiwan. Ada pakar menyatakan penarikan militer Amerika dari Afghanistan juga merupakan sinyal jelas bahwa mereka akan mengalihkan fokus dari Asia Tengah ke kawasan Indo-Pasifik. Kini pejabat Amerika berulang kali menyatakan pendapat mereka terhadap isu Taiwan sekaligus memperingati Tiongkok bahwa Amerika menghargai nilai strategis Taiwan, oleh sebab itu, jangan bertindak gegabah.