Pengadilan Hualien: Masa tahanan Lee Yi-hsiang, A-Hao diperpanjang | 公視新聞網 PNN

Pengadilan Hualien: Masa tahanan Lee Yi-hsiang, A-Hao diperpanjang

  Tragedi Taroko adalah kecelakaan transportasi terparah dalam beberapa tahun terakhir di Taiwan, menyebabkan 49 orang meninggal dan 218 orang terluka. Pekan lalu, penyebab kecelakaan, Lee Yi-hsiang dan PMA ilegal A-Hao digugat oleh kantor kejaksaan setempat dengan tuduhan kelalaian mengakibatkan kematian orang lain serta kerusakan pada sarana rel kereta, dan tanggal 21 April kasus telah diserahkan kepada pengadilan Hualien.
 
Lee Yi-hsiang akui 7 kesalahan namun membantah tudingan kabur
 
  Lee Yi-hsiang mengaku jika dirinya tidak memiliki dana untuk menyewa pengacara, sehingga ia datang sendirian ke pengadilan, sementara A-Hao ditemani oleh pengacara dan penerjemah dari yayasan advokasi. Dalam sidang, Lee Yi-hsiang mengaku 7 kesalahan yang ada, namun menegaskan jika setelah tragedi terjadi dirinya tidak melarikan diri. Hakim bertanya jika dalam pendataan, Lee mengaku hanya seorang diri di lokasi, dan menolak penjelasan tentang keberadaan A-Hao. Untuk hal ini, Lee menjawab bahwa saat itu dirinya dalam kondisi cemas dan khawatir ditangkap polisi.
 
Pengacara: A-Hao hanya membantu menyetir truk penggali ke lokasi
 
  Pengacara A-Hao menjelaskan, merujuk kepada data yang dihimpun dalam penyelidikan, diketahui jika A-Hao hanya membantu mengendarai truk penggali hingga ke lokasi, tidak menaruh dua bongkah batu di bawah ban mobil, dan bukan dirinya yang mengendarai truk untuk mengangkat mobil, sehingga tidak ada hubungannya dengan tragedi yang terjadi.
 
1619089320e.jpg
 
Konfirmasi dilanjutkan, kedua pelaku tambah masa tahanan 3 bulan
 
   Hakim menganggap bahwa tragedi ini merupakan bencana skala besar, memicu perhatian khalayak umum. Penjelasan awal Lee Yi-hsiang berbeda dengan yang terakhir, sehingga berbagai bukti kesalahan masih membutuhkan waktu untuk diklarifikasi. Sementara puntung rokok yang dimatikan milik A-Hao menjadi salah satu bukti, serta ada kecenderungan untuk kabur, maka kedua pelaku ditambah tiga bulan masa tahanan, melarang akses komunikasi dengan luar, namun A-Hao diizinkan untuk bertemu dengan petugas Kantor Perwakilan Vietnam di Taiwan.
 

留言區