290 PMA kehilangan kontak dideportasi ke Vietnam tanggal 21 - 公視新聞網

290 PMA kehilangan kontak dideportasi ke Vietnam tanggal 21

Sambil menunggu dideportasi ke Vietnam, para PMA yang kehilangan kontak ini memakai pakaian pelindung dan masker serta mengantre untuk diukur suhu tubuhnya. Jumlah penerbangan dari dan ke Vietnam menurun pesat saat masa pandemi. PMA yang kehilangan kontak di Taiwan ini hanya dapat dipulangkan saat kursi pesawat tersedia sehingga menyebabkan masalah membludaknya kapasitas PMA kaburan di penampungan akibat keterbatasan jumlah penerbangan.
 
NIA kirim pesawat untuk memulangkan PMA yang ilegal
 
Vietnam memberlakukan lockdown mulai akhir Maret dan mulai mengirim pesawat mereka ke Taiwan untuk menjemput warga Vietnam setelah pandemi tertangani. NIA (Agen Imigrasi Nasional) dan TECO (Taipei Economic and Cultural Office) di Vietnam juga mengupayakan agar PMA ini dimasukkan dalam daftar yang dipulangkan. Sebanyak 290 orang naik pesawat untuk kembali ke Vietnam tanggal 21.
 
 1600830251x.jpg
 
Wakil Dirjen NIA // Bill Chung mengutarakan, “kami berharap agar sebelum Festival Kue Bulan mereka dapat kembali dengan selamat ke Vietnam  agar dapat berkumpul bersama dengan keluarga mereka. Semua prosedur pencegahan pandemi kami lakukan sesuai peraturan dari CECC (Pusat Komando Epidemi Sentral). Sebelum berangkat hari ini kami juga lakukan sekali lagi pengukuran suhu tubuh dan pemeriksaan lainnya.”
 
Tenaga kepolisian khusus dikerahkan untuk berjaga-jaga
 
Untuk menangani sebanyak 300 orang tersebut, pihak kepolisian mengerahkan tenaga khusus dari Biro Kepolisian Penerbangan untuk berjaga-jaga. Petugas NIA juga membantu mengukur suhu tubuh PMA untuk menghindari celah penularan. Seluruh sistem bandara ditingkatkan untuk menangani proses boarding PMA sebelum pk. 14:00 sore dan merampungkan misi pemulangan ini dengan lancar. 
 
Editor: Jonathan
 

留言區