Menkes AS tiba di Taiwan dengan pesawat khusus

1597113308l.jpg
 
Pukul 16:48 pada tanggal 9, pesawat khusus Angkatan Udara Amerika Serikat mendarat di bandara Songshan, dan Menteri Kesehatan Amerika Serikat, Alex Azar memimpin rombongan KAT (Kunjungan Amerika ke Taiwan) tiba di Taiwan.
 
Pejabat tertinggi AS yang datang ke Taiwan dalam 41 tahun
 
Menkes Alex Azar melambaikan tangan kepada media setelah turun dari pesawat. Kunjungan kali memegang peranan yang sangat penting, karena beliau merupakan pejabat tertinggi Amerika yang mengunjungi Taiwan sejak putusnya hubungan diplomatik antara Taiwan dan Amerika pada 1979. Dirjen CDC,  Chou Jih-haw, Deputi Menlu, Tian Zhong-guang dan Direktur Amerika Institute di Taiwan William Brent Christensen  bertugas menjemputnya.
 
Azar bertemu Presiden Tsai dan tanda tangan MOU kesehatan
 
Jadwal kunjungan Azar di Taiwan sangat padat. Setelah bertemu Presiden Tsai pada tanggal 10 pagi, ia bertemu dengan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), Chen Shih-chung dan menandatangani nota kesepahaman kesehatan dengan Taiwan. Pada tanggal 11 sore memberikan pidato di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nasional Taiwan, melawat mantan Presiden Lee Teng-hui pada tanggal 12 dan kembali ke Amerika pada tanggal 13.
 
Tiongkok umumkan rute pesawat khusus sebagai peringatan
 
Sesaat setibanya Azar di Taiwan, Institut Oseanografi Universitas Peking mengumumkan hasil pelacakan rute penerbangan pesawat khusus tersebut. Mereka juga menunjukkan kunjungan Azar yang mendapat kecaman keras Tiongkok yang mungkin akan menyebabkan meningkatnya ketegangan.
 
Media Jepang: Taiwan - AS bahas badan pengganti WHO
 
Sankei Shimbun Jepang memberitakan bahwa pertemuan tingkat tinggi antara Taiwan dengan Amerika Serikat mungkin membahas pembentukan organisasi kesehatan internasional baru pengganti WHO. Istana Kepresidenan menyangkal rumor tersebut pada tanggal 9 larut malam dan menyebut kunjungan pencegahan pandemi kali ini tidak membahas pembentukan organisasi internasional baru, namun berharap membahas arah kerja sama di masa depan, sehingga “Model Taiwan” dapat memberikan kontribusi terbesar bagi perang global melawan pandemi.