Wanita Iran diizinkan masuk stadion sepak bola setelah 40 tahun

1571107967h.jpg
 
Pada pertandingan kualifikasi kawasan benua Asia antara tuan rumah Iran vs. Kamboja di Piala Dunia 2022, terlihat banyak penggemar sepak bola wanita yang bersorak ria di lokasi penonton. Dalam 40 tahun terakhir, Iran tidak mengizinkan wanita menyaksikan pertandingan sepak bola di stadion. Namun, Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) pada bulan September mengajukan bahwa Iran akan kehilangan hak sebagai tuan rumah jika tidak mengizinkan wanita memasuki stadion. Pemerintah Iran akhirnya memberikan izin tersebut pada 10 Oktober.
 
Gadis bakar diri setelah dihukum karena menyamar menjadi pria
 
Tekanan yang diberikan FIFA bermula dari kejadian Maret tahun ini, seorang gadis penggemar bola Iran yang menyamar sebagai pria tertangkap saat memasuki stadion. Gadis tersebut disebut sebagai gadis biru karena dia mendukung tim biru. Namun, dia akhirnya dijatuhi hukuman enam bulan penjara. Kemudian dia membakar diri hingga tewas di depan pengadilan sebagai tindak protes yang menggemparkan dunia internasional. Setelah Revolusi Islam pada tahun 1979, pemerintah Iran menerapkan hukum pemisahan pria dan wanita secara ketat. Pada tahun 1989, wanita dilarang menyaksikan pertandingan di stadion dengan alasan melanggar nilai-nilai keagamaan. Pada pertandingan kualifikasi ini, Iran mengalahkan Kamboja dengan skor 14 lawan 0. Wanita Iran merasa gembira bisa menyaksikan piala dunia dan memenangkan pertandingan, bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan.
 
Editor: Shantina
 

全台敬老金大調查