7 ABK Indonesia kapal ikan Yilan hilang

7 ABK Indonesia kapal ikan Yilan hilang   
 
Sebuah kapal ikan Suao “Jin Long Tai 6” sejak 6 Juli berlayar sejauh 2.600 mil laut (nm) dari Nanfangao ke zona timur laut dan mengalami putus komunikasi di jarak 700 mil laut barat laut pulau Hawaii dan dilaporkan hilang tanggal 21. Selain kapten asal Taiwan dan teknisi kapal asal RRT, ke tujuh awak kapal lainnya adalah ABK Indonesia. 
 
1566546522s.jpg 
Tidak ada pancaran sinyal darurat, kapal mungkin dibajak ABK   
 
Namun satelit darurat kapal tidak memancarkan sinyal kapal tenggelam atau sinyal pertolongan. Pemilik kapal berasumsi bahwa kapal mengalami insiden atau dibajak oleh ABK.  
 
Pemilik kapal Jinlongtai 6 // Hong Qi-cheng menuturkan, “hal yang paling dikhawatirkan adalah mereka dibajak. Mungkin para ABK migran dan kapten bernegosiasi. Semua tombol dimatikan sehingga sinyalnya terputus.”
 
1566546531l.jpg
 
Agen Perikanan: Kapal mungkin mengalami insiden   
 
Agen Perikanan tidak menutup kemungkinan kapal mengalami insiden dan telah menghubungi tiga kapal ikan di sekitarnya untuk bantuan pencarian. Pusat pencarian dan penyelamatan Hawaii juga telah mengutus kapal mereka.    
 
Wakil Divisi Kapal Ikan Lepas Pantai Agen Perikanan // Wang Mao-cheng menjelaskan, “hasil dari komunikasi kami adalah kami masih belum mendapatkan informasi terbaru. Pihak Amerika telah memberi tahu kami mereka akan mengutus sebuah kapal dari Hawaii untuk membantu mencari di lokasi kejadian. Selain itu, kami juga menghubungi tiga buah kapal Suao di sekitar lokasi untuk segera menuju ke lokasi kejadian.”
 
 Kasus kapal ikan hilang ke-dua di bulan Agustus   
 
Hilangnya “Jinlongtai 6” merupakan kasus kapal hilang ke-dua pada bulan Agustus. Sebelumnya, kapal ikan Toucheng Yilan “Quanyicai 1” disinyalir dihantam oleh kapal kargo asing dan tenggelam. Lima ABK dari keenam awak kapal hingga kini tidak ada kabarnya. Agen Perikanan menyatakan, kapal kargo tersangka berlayar menuju Samudra Hindia dan berlabuh di pelabuhan Afrika Selatan. Pihak berwenang setempat telah diminta bantuan untuk melakukan investigasi.    Editor: Jonathan