Demensia naik ke posisi 13 dalam daftar penyebab kematian

 
 Jumlah penderita demensia di Taiwan yang kerap diderita oleh kalangan manula di atas 65 tahun mencapai 270.000 orang serta menunjukkan tren peningkatan. Penyakit demensia naik dari di peringkat ke-22 tahun lalu menjadi ke-13 dalam daftar penyebab kematian tahun 2018. Pakar kejiwaan merasa, hal ini dipengaruhi oleh bertambahnya diagnosis penyakit ini selama beberapa tahun terakhir. Namun dibandingkan dengan negara lainnya, angka kematian di Taiwan yang disebabkan oleh penyakit ini cenderung terabaikan.
 
 Pakar kejiwaan // Xu Wen-jun memaparkan, “di Inggris dan Australia (penyakit demensia) berada di peringkat pertama dan ke-2, dan posisi ke-5 di Amerika. Tingkat gejala penyakit di Taiwan berada di sekitar 8% karena struktur masyarakat kita cenderung semakin menua. Oleh karena itu, angka kematian yang disebabkan oleh penyakit demensia kita tidak lebih sedikit dibandingkan dengan kondisi negara lain.”
 
Pengobatan dini dapat mencegah memburuknya penyakit 
 
 Penderita demensia kerap menderita lumpuh seiring menurunnya kondisi fisik mereka, sehingga harus berbaring yang mudah menimbulkan radang paru-paru,  infeksi saluran kemih bahkan kerusakan jantung dan paru-paru. Namun ada sebagian penderita demensia yang tidak menjalankan pengobatan sehingga faktor kematiannya dikategorikan sebagai “penyakit pasca-lumpuh”. Kementerian Kesehatan (MOHW) menjelaskan, angka diagnosis penyakit ini tergolong rendah waktu lalu. Melalui pusat perawatan komunitas, diharapkan penderita demensia dapat memperoleh diagnosis awal untuk menekan memburuknya gejala lewat pengobatan dini.
 
 Wakil Kepala Divisi Perawatan Jangka Panjang // Zhou Dao-jun menjelaskan, “kami berharap pada periode awal dapat mengantisipasi memburuknya gejala penyakit, atau saat kondisi memburuk mereka dapat melindungi sebagian fungsi tubuh mereka sehingga mereka dapat mengurangi kebutuhan perawatan dari keluarga.”
 
Berobat dini untuk meningkatkan kualitas hidup prima
 
 Pihak MOHW menjelaskan, penderita demensia kerap dimasukkan dalam rehabilitasi setelah kondisi fisik menurun. Bila dapat berobat dini, mereka dapat mempertahankan fungsi dasar fisik mereka dan menikmati kualitas hidup prima.
 
 
Editor: Jonathan