"Dapur Asia Tenggara" dongkrak perekonomian para imigran

"Dapur Asia Tenggara" dongkrak perekonomian para imigran
 
     Dengan luwesnya memotong pepaya muda, ia adalah seorang imigran baru bermarga Guo dari Thailand. Demi mengasuh empat orang anak yang ditinggalkan oleh mendiang suaminya, ia tiba di Taiwan untuk menjadi buruh migran dan menikah di sini, total telah menetap selama 24 tahun. Ia kerap membuat lauk tradisional Thailand untuk melepas rindu akan kampung halamannya.
     Imigran baru Thailand // Guo, Pan Na-la menjelaskan, "di Thailand salad pepaya parut ini sangat terkenal dan patut dicoba saat berkunjung ke Thailand."
 
Mayoritas imigran baru NTC menghadapi kendala ekonomi
 
     Ada banyak imigran baru seperti Guo di Taiwan. Di kota New Taipei saja jumlahnya mencapai lebih dari 100.000 orang. Mereka kerap menghadapi masalah penyesuaian diri karena perbedaan budaya, bahasa serta kendala ekonomi. Departemen Sosial dan Perhimpunan "Taiwanhope" kota New Taipei menggalang dana sebesar NT$ 300.000 tahun lalu dan membentuk media promosi masakan Asia Tenggara bernama "Dapur Asia Tenggara". 
     Pelanggan // Bapak Guo memaparkan, "saya pernah makan nasi Hainan di tempat lain, namun ada perbedaan dengan yang dijual di luaran. Daging ayam di tempat lain dipotong, namun di sini tidak. Kendati demikian, rasanya enak."
     Pelanggan // Bapak Chen menjelaskan, "cita rasanya berbeda dengan yang lazimnya. Telur ini dimasak terlebih dahulu, kemudian ditambah dengan sedikit bumbu dan ditumis. Benar. Setelah dipesan, telurnya langsung digoreng."
 
Koki "Dapur Asia Tenggara" berjumlah 17 orang
 
     Setelah beroperasi selama satu bulan, tanggapan konsumen sejauh ini cukup baik. Ke17 koki berasal dari Vietnam, Indonesia, Thailand, Myanmar, Kamboja, Malaysia, RRT. Mereka mengandalkan kemampuan sendiri untuk mencari nafkah.
     Ketua Perhimpunan "Taiwanhope" // He Ruo-ping mengutarakan, "budaya tradisional dalam bentuk aneka hidangan dapat dilestarikan bukan hanya oleh kalangan warga Taiwan saja, namun mereka juga dapat mencicipi hidangan tersebut. Para imigran baru tersebut juga dapat menyalurkan keahlian mereka dengan cara mereka masing-masing untuk menambah penghasilan mereka."
 
"Dapur Asia Tenggara" berfungsi sebagai media wirausaha
 
     "Dapur Asia Tenggara" bukan hanya berfungsi sebagai sarana rumah makan, namun juga sebagai media wirausaha. Setiap sore, para relawan membagikan produk sayur, buah dan roti yang tidak terjual bagi warga kurang mampu.
     Sekretaris Utama Departemen Sosial Kota New Taipei // Wu Shu-fang memaparkan, "kami bekerja sama dengan toko swalayan dan toko roti dan mengumpulkan roti-roti ini ke dalam kulkas. Para imigran baru ini akan 
membagikannya kepada keluarga tidak mampu."
 
Aneka hidangan Asia Tenggara memperkaya cita rasa Taiwan
 
     Aneka hidangan seperti "telur dadar goreng" Myanmar, "tumis daging babi" Yunnan, "nasi Hainan" dan "kuah Bak Kut Teh" Malaysia, bukan hanya memperkaya cita rasa selera Taiwan, para imigran baru tersebut juga berhasil mengandalkan kemampuannya sendiri untuk meningkatkan perekonomian mereka. 
 
Editor: Jonathan