Bunga prem Meiling berkurang akibat musim dingin hangat

Bunga prem Meiling berkurang akibat musim dingin hangat
 
     Bunga prem yang bermekaran di kawasan Meiling Tainan merupakan atraksi tahunan bagi kalangan pecinta bunga. Namun akibat pengaruh musim dingin hangat, tahun ini bunga yang mekar berkurang sebanyak 50% dan mempengaruhi hasil keseluruhan. 
     Petani bunga prem // Chen Shi-bao menjelaskan, "bunga prem hanya akan mekar pada kisaran suhu 18°C ke bawah. Bila bunga mekar dengan baik dan lama, hasil keseluruhannya juga baik. Bila bunga mekar dalam waktu 2 - 3 hari ini dalam kisaran suhu 25 - 26°C, akan sangat panas. Baru mekar 2 - 3 hari, bunga akan meranggas. Maka hasil keseluruhannyapun buruk."
 
Penghasilan menurun karena jumlah pengunjung berkurang
 
     Walau ada beberapa kuncup bunga yang mekar pada suhu udara dingin ini, hasilnya tidak seperti yang diharapkan serta akan mempengaruhi minat berkunjung para pecinta bunga. 
     Pengunjung menjelaskan, "secara teoretis, bunga prem ini seharusnya telah mekar dan memenuhi pohon dengan warna bunga putih. Namun tahun ini malah sedikit."
     Dirjen Asosiasi Pengembangan Kawasan Wisata Meiling // Xu Hong-wen memaparkan, "ini adalah gelombang terakhir bunga prem yang mekar dan hasilnya juga tidak baik. Meski suhu udara cukup dingin, namun jumlah bunga yang mekar tidak banyak dan tersebar secara tidak merata. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, (jumlah pengunjung) berkurang sebesar 40%,bahkan hingga 50%."
1549864767v.jpg
Bunga sakura diharapkan meningkatkan jumlah pengunjung
 
     Suhu musim dingin di kawasan Meiling tahun ini cukup hangat sehingga para petani kecewa. Untungnya, mereka bukan hanya menanam pohon prem, namun juga sakura. Warga setempat berharap agar bunga sakura dapat menarik kembali minat para pengunjung dan meningkatkan peluang usaha mereka.
 
Editor: Jonathan