Harga makan miring untuk merebut turis Asia Tenggara

Harga makan miring untuk merebut turis Asia Tenggara
 
     Hampir semua staf wisata khusus bagi turis Asia Tenggara adalah peranakan Tionghoa yang berasal dari Vietnam atau imigran baru. Jumlah wisatawan terutama dari Thailand dan Vietnam yang bertambah terus membuka pasar yang besar. Hal ini memicu terjadinya persaingan yang menyebabkan perang harga. Sebagian restoran dikabarkan menekan biaya makan di bawah NT$ 100 per orang.
     Direktur agen travel khusus turis Asia Tenggara, Tao Shi-long mengemukakan bahwa biaya makan untuk grup turis dari Asia Tenggara dibagi  dalam dua kelas.
Pertama adalah grup terbesar dari Vietnam dan Thailand berkisar antara NT$ 180-250 untuk satu kali makan.
 
Harga makan NT$ 100 lebih rendah dari turis Tiongkok
 
     Harga makanan seratus dolar ini lebih rendah dari standar biaya makan turis Daratan Tiongkok, di mana biaya makan siang dan malam mereka setidaknya NT$ 400. Untuk penyajian delapan jenis lauk dengan satu sup, bila jumlah turis Tiongkok cukup banyak, harga masih bisa ditekan hingga NT$ 150-200 per orang. Grup Asia Tenggara dengan lauk yang sama dengan jumlah turis yang tidak banyak, biaya makan mencapai NT$ 200 per orang. 
     Kepala Divisi Internasional Biro Pariwisata, Zheng Yi-hui mengatakan bahwa untuk grup Thailand, mereka meluncurkan program jalur perjalanan yang terjamin kualitasnya. Bagian makanan, mereka berharap bisa mencapai NT$ 250 untuk makan siang dan NT$ 300 ke atas untuk makan malam.
1547186273j.jpg
Biaya makan NT$ 100 mengancam kualitas wisata
 
     Agen travel mengatakan, jika terdapat satu hari bebas dalam wisata, maka biaya akan dialihkan ke salah satu biaya makan sehingga anggaran bisa lebih tinggi. Namun, untuk menyajikan mie sapi Taiwan kepada turis Muslim saja harus menekankan harga berada dalam NT$ 200, maka biaya makan NT$ 100 merupakan kasus ekstrim yang telah mengancam kualitas wisata turis asal Asia Tenggara.
 
Editor: Shantina