Sedikitnya 24 buruh bangunan dibantai OPM di Nduga

Sedikitnya 24 buruh bangunan dibantai OPM di Nduga
 
      Sehubungan dengan disinyalir adanya pengambilan foto oleh seorang buruh bangunan saat kegiatan pertemuan anggota Organisasi Papua Merdeka dilangsungkan, memicu emosi OPM yang kemudian dilanjutkan dengan pembantaian massal terhadap 24 buruh bangunan. Delapan tahun setelah melepaskan diri dari penjajahan Belanda di tahun 1961, Papua bergabung dengan NKRI, namun juga turut mengakibatkan lahirnya kelompok separatisme.
 
Pemerintah RI kecam aksi Kelompok Kriminal Bersenjata
 
      5 Desember, Presiden Indonesia Joko Widodo selain mengecam aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), juga menyatakan empati bagi keluarga korban, dan berjanji akan menegakkan keadilan. Beberapa hari lalu, pemerintah Indonesia telah mengutus 150 tentara untuk melakukan penyelidikan, dan sempat terjadi baku hantam dengan OPM yang mengakibatkan satu orang meninggal dan satu luka. Insiden pembantaian yang dilakukan oleh OPM, menjadi catatan terburuk dalam sejarah pergejolakan di Papua.
 
Pembangunan jembatan dihentikan sementara waktu
 
      Papua adalah lokasi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia, namun juga merupakan provinsi termiskin di Indonesia. Presiden Jokowi berjanji meningkatkan pembangunan perekonomian setempat pada tahun 2014, dan korban pembantaian kali ini adalah buruh konstruksi program pembangunan sarana transportasi publik. Pemerintah Indonesia menegaskan penghentian sementara proyek pembangunan selama masa pengusutan kasus hingga tuntas.
 
 
Editor: Tony Thamsir