Retaliasi terhadap maskapai yang mengubah nama "Taiwan"

1533620419l.jpg
 
Retaliasi terhadap maskapai yang mengubah nama "Taiwan"
 
      Menaati permintaan Tiongkok, 44 maskapai penerbangan internasional bulan lalu tidak lagi mendaftarkan Taiwan sebagai "negara." Atas isu ini, Menteri Transportasi dan Komunikasi baru Wu Hong-mo, dalam rapat internal pekan lalu, menginstruksi lembaga terkait meneliti kebijakan retaliasi, mempertimbangkan tidak memberikan garbarata atau tidak merevisi waktu slot penerbangan kepada maskapai-maskapai yang menambah kata "Tiongkok" dalam sebutan Taiwan; sedangkan bagi maskapai yang tidak menaati permintaan Tiongkok, dipertimbangkan diberikan pengurangan biaya pendaratan sebagai tanda apresiasi.
 
     Legislator partai KMT khawatir pihak yang terpengaruh aksi retaliasi tersebut adalah warga Taiwan sendiri, sebagaimana retaliasi rute M503 pada masa hari raya imlek yang malah memengaruhi kelancaran mudik pengusaha Taiwan, maka mengimbau kedua pihak tidak lagi memanipulasi isu politik. Pakar dan serikat buruh pilot beranggapan, MOTC memang seharusnya memrotes, tapi apakah aksi bersangkutan bisa terlaksana juga harus dipertimbangkan. Revisi waktu slot, misalnya, harus disetujui dalam konferensi internasional, bukan ditentukan oleh pihak Taiwan sendiri.
 
     Perihal kekhawatiran bahwa aksi retaliasi akan memengaruhi hak penumpang Taiwan, MOTC mengemukakan, belum ada keputusan terakhir, namun maskapai penerbangan bersangkutan telah diminta untuk mengoreksi perubahan nama negara Taiwan menjadi "Tiongkok."
 
Editor: Maidin Hindrawan
 

全台敬老金大調查